Selamat Jalan, Dokter Azmi Fadhlih: Pecah Pembuluh Darah Menjadi Penyebab Kepergian yang Mendadak

0
Ilustrasi Azmi Fadhlih

NARASITODAY.COM Kabar duka datang dari dunia medis Indonesia di mana dokter spesialis kulit dan kelamin Azmi Fadhlih meninggal dunia pada usia 35 tahun akibat pecah pembuluh darah di otak, atau yang dikenal sebagai aneurisma.

Kepergian mendadak dokter Azmi terjadi pada Senin, 16 Desember 2024, dan mengejutkan banyak orang, terutama keluarga, sahabat, serta para penggemarnya yang mengikuti aktivitasnya sebagai influencer kesehatan di media sosial.

Masyarakat merasa kehilangan sosok dokter yang tidak hanya berkompeten dalam bidangnya tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, dokter Azmi sempat mengeluhkan sakit kepala hebat yang dirasakannya secara tiba-tiba. Ia dilarikan ke rumah sakit di Bali untuk mendapatkan perawatan medis, namun sayangnya tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga :  7 Manfaat Daun Brotowali yang Perlu Kamu Ketahui untuk Kesehatan Tubuh

“Almarhum meninggal dunia setelah mengeluh sakit kepala yang sangat parah. Kami semua sangat terkejut karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mencolok,” ungkap Lury Alex Noerdin, kakak ipar dokter Azmi, dalam wawancara dengan media.

“kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan perawatan terbaik kepada almarhum.”lanjutnya

Keluarga pun menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat. Jenazah dokter Azmi kemudian dibawa ke Bandung untuk disemayamkan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra.

“Kami sangat menghargai semua ucapan belasungkawa dan dukungan dari teman-teman serta pasien-pasiennya. Ini adalah masa yang sangat sulit bagi kami,” kata Lury 

Dokter Azmi dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam profesinya dan aktif berbagi informasi kesehatan kepada masyarakat melalui platform digital seperti Instagram dan YouTube. Ia telah menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan berpraktik di Rumah Sakit Umum Pindad.

Baca Juga :  Sering Mengalami Sembelit? Berikut 4 Makanan yang Disarankan Dokter untuk Melancarkan BAB

Dalam setiap kontennya, dokter Azmi selalu berusaha memberikan penjelasan yang mudah dipahami terkait berbagai masalah kesehatan, sehingga banyak orang merasa terbantu oleh informasi yang disampaikan.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, termasuk rekan-rekannya di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang juga mengucapkan belasungkawa melalui media sosial. “Turut berduka cita atas berpulangnya dr. Azmi Fadhlih. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau,” tulis akun resmi RSU Pindad.

Dalam wawancara terpisah, salah satu rekan sejawat dokter Azmi, dr. Rina Sari, menyampaikan kesedihannya atas kehilangan ini. “Dokter Azmi adalah sosok yang sangat inspiratif dan selalu siap membantu rekan-rekannya. Dia memiliki dedikasi luar biasa dalam melayani pasien dan selalu memperhatikan kesejahteraan orang lain,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Dokter PPDS UI Diduga Rekam Mahasiswi di Indekos Cempaka Putih, Polisi Bergerak Cepat

Rina juga menambahkan bahwa kepergian dokter Azmi menjadi kehilangan besar bagi dunia kedokteran dan masyarakat yang telah terbantu oleh dedikasinya selama ini.

Keluarga dan teman-teman dokter Azmi mengenangnya sebagai pribadi yang ramah dan selalu siap membantu orang lain dengan pengetahuan medisnya. Kepergian dokter Azmi menjadi kehilangan besar bagi dunia kedokteran dan masyarakat yang telah terbantu oleh dedikasinya selama ini.

Sebagai penghormatan terakhir, banyak pasiennya mengungkapkan rasa terima kasih melalui pesan-pesan di media sosial, mengenang momen-momen berharga ketika mereka mendapatkan perawatan dari dokter Azmi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel