Menpar Desak Polri Segera Tuntaskan Kasus Pemerasan Penonton DWP 2024

0
DWP 2024

NARASITODAY.COM Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Wardhana, mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus pemerasan yang melibatkan sejumlah anggota polisi terhadap penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

Kasus ini mencuat setelah laporan dari seorang warga negara Malaysia yang mengaku menjadi korban pemerasan saat menghadiri festival musik tersebut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 13-15 Desember 2024.

Dalam pernyataannya, Menpar menegaskan bahwa insiden ini tidak hanya merugikan para pengunjung, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata internasional.

Baca Juga :  5 Peran Utama Polisi Tidur untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Widiyanti menyatakan bahwa tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi sangat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan dapat berdampak negatif terhadap industri pariwisata yang sedang berupaya pulih pasca pandemi.

“Kami berharap Polri dapat bertindak cepat dan tegas dalam menindaklanjuti kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ungkapnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang yang datang ke Indonesia merasa aman dan dihargai,” lanjutnya.

Baca Juga :  Polsek Tenjo Bongkar Peredaran Obat Keras, 4.000 Butir Tramadol dan Eximer Disita

Dalam wawancara terpisah, salah satu korban pemerasan yang enggan disebutkan namanya menceritakan pengalamannya. “Kami merasa sangat terancam saat itu. Beberapa orang berpakaian polisi meminta uang dengan alasan yang tidak jelas dan mengancam kami jika tidak memberikan uang,” ujarnya.

“Kejadian ini membuat kami merasa tidak aman di negara yang seharusnya menjadi tempat liburan yang menyenangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Divisi Propam Polri telah menangkap 18 anggota polisi yang diduga terlibat dalam pemerasan tersebut dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Pentas Halalbihalal Musisi Leuwiliang Disambut Antusias Masyarakat

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya dan akan melakukan investigasi secara profesional dan transparan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga integritas institusi kepolisian dan memastikan bahwa setiap laporan dari masyarakat ditindaklanjuti dengan serius,” ujarnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel