
NARASITODAY.COM – Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus menggenjot progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, proyek strategis nasional yang dirancang tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai solusi pengendalian banjir rob di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
Jalan tol sepanjang 26,95 kilometer ini terbagi dalam dua seksi, yakni Seksi I Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 kilometer dan Seksi II Sayung–Demak sepanjang 16,31 kilometer yang telah resmi beroperasi sejak 25 Februari 2023.
Teknologi Ramah Lingkungan
Direktur Jenderal Bina Marga, Rachman Arief Dienaputra, menjelaskan bahwa proyek ini memanfaatkan teknologi inovatif, termasuk matras bambu, cerucuk bambu, dan Prefabricated Vertical Drain (PVD), untuk memperkuat tanah lunak di sepanjang jalur pembangunan yang juga berfungsi sebagai tanggul laut.
“Penggunaan matras bambu adalah terobosan pertama di Indonesia. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa material lokal seperti bambu mampu menjawab tantangan konstruksi besar,” ujar Rachman Arief saat meninjau lokasi pembangunan.
Matras bambu telah melalui uji tarik dan uji lentur oleh Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung dari Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk memastikan keandalan material dalam meningkatkan daya dukung tanah. Selain itu, cerucuk bambu digunakan untuk meningkatkan daya dukung lekat dan menjaga kestabilan timbunan tanah di atas lahan lunak.
Efisiensi dan Dampak Ekonomi
Lebih dari 6 juta batang bambu telah digunakan dalam proyek ini, yang sebagian besar diperoleh dari wilayah sekitar.
“Hal ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, sekaligus menciptakan efisiensi biaya konstruksi hingga 30–40 persen dibandingkan metode konvensional seperti vibro stone column atau deep soil mixing,” jelasnya.
Sementara itu, pemasangan PVD menjadi solusi tambahan untuk mempercepat pemampatan tanah lunak dengan cara mengalirkan air ke permukaan. Teknologi ini diterapkan menggunakan mesin hidrolik khusus.
Jawaban atas Banjir Rob dan Kemacetan
Tol Semarang-Demak diharapkan dapat meredakan banjir rob yang kerap melanda Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Selain itu, pembangunan ini juga menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan jalan di Pantai Utara Jawa Tengah yang terkenal dengan kepadatan lalu lintasnya.
“Memang saat ini masih terjadi kemacetan akibat konstruksi, tetapi kami optimis setelah proyek selesai, permasalahan banjir rob dan kemacetan akan teratasi,” pungkasnya.***













