
NARASITODAY.COM – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kampung Peutey Girang, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Dua pelaku, yang diketahui sebagai kakak beradik, nekat menembaki korban menggunakan airsoft gun ketika aksinya dipergoki.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, dalam konferensi pers akhir tahun 2024, mengungkapkan bahwa salah satu pelaku berhasil diamankan.
“Pelakunya merupakan kakak beradik. Satu di antaranya sudah kita amankan. Untuk korban hanya mengalami luka ringan. Saat penangkapan, kami juga dibantu oleh warga,” ujar Rio, Selasa (31/12).
Rio menyoroti penggunaan airsoft gun yang semakin sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.
Ia meminta masyarakat yang memiliki senjata tersebut untuk segera menyerahkannya ke pihak berwajib.
“Airsoft gun itu ada aturannya. Walaupun menggunakan peluru gotri, mekanisme mesinnya membuatnya dikategorikan senjata. Kalau masyarakat memiliki airsoft gun, lebih baik diserahkan sebelum terkena operasi yang akan kami lakukan,” tegasnya.
Rio juga memastikan pihaknya akan mendalami kasus ini sebelum melimpahkannya ke kejaksaan.
Sebelumnya Korban, Dimas, menceritakan detik-detik dirinya menghadapi pelaku. Kejadian itu berlangsung pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
“Saya baru selesai makan dan mau tidur. Pas saat itu suasana sepi. Tiba-tiba saya dengar suara berisik. Motor saya yang sudah dikunci ganda ternyata sedang didorong pelaku,” katanya.
Saat melihat motornya didorong, Dimas langsung keluar rumah.
“Begitu saya teriaki maling, pelaku panik dan berusaha kabur naik motor yang sudah disiapkan temannya. Saya tendang motor mereka sampai terjatuh,” ujarnya.
Dimas bahkan terlibat duel dengan salah satu pelaku yang melawan menggunakan airsoft gun.
“Dia menembak saya beberapa kali, tapi saya pakai tubuh pelaku satunya untuk menahan tembakan. Namun, bapak mertua saya terkena tembakan di kaki dan paha,” jelasnya.
Menurut Dimas, pelaku menembakkan airsoft gun lebih dari 12 kali dari jarak sekitar lima meter.***













