Perayaan Isra Mikraj: Mengapa Arab Saudi Memilih untuk Tidak Merayakannya?

0
Perayaan Isra Mikraj: Mengapa Arab Saudi Memilih untuk Tidak Merayakannya?

NARASITODAY.COM – Mengapa Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikraj? Banyak masyarakat yang merayakan Isra Mikraj di berbagai negara mungkin belum mengetahui alasan di balik keputusan ini.

Meskipun Kerajaan Arab Saudi merupakan negara mayoritas Muslim yang sangat menjunjung tauhid, banyak orang mulai mempertanyakan apakah perayaan Isra Mikraj bertentangan dengan prinsip tauhid Islam.

Secara umum, Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikraj secara resmi karena alasan teologis, historis, dan budaya yang erat kaitannya dengan ajaran Wahhabisme, yang merupakan ideologi keagamaan dominan di negara tersebut.

Alasan Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Mikraj?

Baca Juga :  Remaja Pencari Rumput Hanyut di Sungai Cikaniki

Pengaruh Mayoritas

Wahhabisme adalah gerakan reformasi Islam yang muncul pada abad ke-18 melalui Muhammad bin Abdul Wahhab. Gerakan ini bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghapus praktik-praktik yang dianggap bid’ah (inovasi dalam agama) atau syirik (menyekutukan Allah).

Karena ajaran Wahhabisme menekankan pentingnya hanya menjalankan praktik ibadah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, perayaan Isra Mikraj dianggap tidak memiliki dasar yang kuat dalam sumber-sumber tersebut.

Menurut para ulama Wahhabi, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakan peristiwa Isra Mikraj, sehingga mengadakan peringatan khusus dianggap bertentangan dengan prinsip tauhid dan sunnah.

Baca Juga :  Nuzulul Quran Terjadi pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasan dan Maknanya

Pandangan Tentang Bid’ah

Wahhabisme memiliki pandangan yang sangat ketat terhadap bid’ah. Perayaan Isra Mikraj, yang tidak memiliki preseden dalam tradisi Islam awal, dianggap sebagai inovasi yang dilarang dalam agama. Ulama Wahhabi sering mengingatkan bahwa menambah atau menciptakan ritual baru dalam Islam dapat berpotensi menyimpang dari ajaran asli.

Budaya Keagamaan

Budaya keagamaan di Arab Saudi lebih menekankan pada ibadah yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah, seperti shalat lima waktu, puasa, haji, dan zakat. Peristiwa Isra Mikraj sendiri diakui sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW, tetapi penghormatan terhadapnya dilakukan melalui membaca dan memahami kisahnya, bukan dengan merayakannya secara khusus.

Baca Juga :  Georgios Donis Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Tim Nasional Arab Saudi Menyambut Piala Dunia 2026

Dapat disimpulkan bahwa Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikraj karena alasan ideologi Wahhabisme yang mendominasi kebijakan dan praktik keagamaan di negara tersebut. Pandangan ini berakar pada prinsip tauhid, sunnah Nabi, dan penolakan terhadap bid’ah.

Meskipun tidak ada perayaan resmi, individu di Arab Saudi tetap dapat memahami peristiwa Isra Mikraj sebagai bagian penting dari sejarah Islam tanpa melibatkan ritual atau acara khusus.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel