NARASITODAY.COM – India merupakan salah satu negara yang telah melaksanakan program makan siang gratis sejak tahun 1995. Program ini adalah bagian dari Program Nasional Dukungan Gizi untuk Pendidikan Dasar (The National Programme of Nutritional Support to Primary Education/NP-NSPE) yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme (MDMS).
MDMS ini diakui sebagai program pemberian makanan sekolah terbesar di dunia, menjangkau lebih dari 125 juta anak berusia 6 hingga 14 tahun. Seiring waktu, MDMS berganti nama menjadi PM-POSHAN (POshan SHAkti Nirman). Untuk periode 2023-2024, Pemerintah India mengalokasikan dana sebesar INR 11.600 crore atau sekitar US$1,4 miliar (Rp21,45 triliun) untuk program ini.
Dalam taklimat media bersama Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, di Sushma Swaraj Bhawan, New Delhi, pada Minggu (26/1/2025), Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pentingnya program tersebut bagi India serta pelajaran yang bisa diambil oleh Indonesia yang baru memulai program serupa (Makan Bergizi Gratis).
Jaishankar menjelaskan bahwa di dunia terdapat berbagai sistem pemerintahan, baik yang didominasi pasar (liberal) maupun yang dikuasai pemerintah (etatisme). Namun, kenyataannya, sistem pasar tidak selalu mampu menyelesaikan masalah sosial ekonomi.
“Di dunia yang semakin terhubung, di mana masyarakat miskin dapat melihat kehidupan masyarakat kaya, kita tidak bisa hanya berkata ‘sabarlah, sesuatu akan datang padamu’. Kita harus memastikan pemerintah memberikan manfaat kepada semua orang,” ungkap Jaishankar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs) yang mencakup 17 tujuan dan sasaran hingga tahun 2030. “Jika Anda memberikan makan siang gratis, kehadiran di sekolah akan meningkat dan kesehatan juga akan membaik. Dampak ekonomi berupa penciptaan lapangan kerja juga akan tercipta,” tambahnya.
Politikus dari Partai Bharatiya Janata itu juga membahas Jal Jeevan Mission, program yang bertujuan untuk memastikan setiap rumah di India mendapatkan sambungan air bersih. Menurut Jaishankar, program ini telah mengurangi penyakit akibat air kotor dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan.
“Di negara besar seperti India dan Indonesia, jika kita bisa melakukan sesuatu dengan signifikan, dampaknya bisa sangat besar. Program makan siang gratis telah berhasil menciptakan efek berganda bagi masyarakat,” kata Jaishankar.
Amitabh Kant, G20 Sherpa Government of India, dalam taklimat media di Sushma Swaraj Bhawan pada Sabtu (25/1/2025), menyatakan bahwa salah satu tujuan program makan siang gratis adalah memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan dan hidup dalam kemiskinan.
Program ini juga dipadukan dengan penyediaan perumahan bagi 110 juta orang dan akses listrik bagi 30 juta orang serta pemberian beras gratis kepada 800 juta orang. Selama sepuluh tahun terakhir, sekitar 250 juta orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
“Kita bisa melakukannya karena kita memastikan tidak ada yang kelaparan,” ujar Amitabh.
Dia mengakui adanya kritik terhadap pemerintah terkait subsidi yang terlalu banyak diberikan kepada masyarakat. Namun demikian, dia menekankan bahwa tanggung jawab utama pemerintah adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.
“Saya senang presiden Anda juga melaksanakan program makan gratis. Selamat kepada presiden Anda,” kata Amitabh.
Sebagai informasi tambahan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di Indonesia pada 6 Januari 2025. Sekitar 650 ribu anak sekolah di 31 provinsi telah menerima manfaat dari program tersebut.
“Ini berkat kerja keras banyak pihak, termasuk Kepala Badan Gizi dan jajarannya serta para menteri terkait,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Jakarta pada 22 Januari 2025.
“Untuk Januari hingga April 2025, target program ini adalah mencapai 3 juta anak dari April hingga Agustus ditargetkan menjadi 6 juta anak pada September kami berharap mencapai 15 juta anak dan akhir tahun 2025 target kami adalah semua anak-anak Indonesia dapat makanan bergizi,” lanjutnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel













