NARASITODAY.COM – Evolusi ponsel genggam dari waktu ke waktu membuat manusia sulit untuk berpisah. Ketika pertama kali diperkenalkan, ponsel seluler hanya berfungsi untuk melakukan panggilan telepon dan mengirim SMS.
Seiring dengan perkembangan zaman, feature phone bertransformasi menjadi smartphone ketika mulai mendukung jaringan internet. Smartphone kini dapat memuat berbagai aplikasi yang mendukung aktivitas sehari-hari manusia. Bahkan, kehadiran smartphone telah menciptakan lapangan pekerjaan baru, yaitu sebagai kreator media sosial.
Namun, ada prediksi bahwa usia smartphone akan berakhir dalam dekade mendatang. Hal ini telah diungkapkan oleh dua tokoh industri teknologi terkemuka, Mark Zuckerberg dan Elon Musk.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini mengungkapkan prediksi yang mengejutkan. Ia menyatakan bahwa dominasi smartphone sebagai perangkat sehari-hari akan digantikan oleh smartglasses atau kacamata pintar. Zuckerberg bahkan memperkirakan fenomena ini akan mulai terlihat pada akhir dekade ini, sekitar tahun 2030.
Sebelumnya, CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, juga pernah membahas tentang kepunahan smartphone dan alternatifnya. Berbeda dengan Zuckerberg, Musk menyebut bahwa pengganti smartphone di masa depan adalah Neuralink, produk chip otak yang memungkinkan manusia yang mengalami kelumpuhan untuk mengoperasikan komputer hanya dengan pikiran.
Pernyataan ini disampaikan Musk beberapa waktu lalu di X. Ketika akun parodi Not Elon Musk (@iamnot_elon) bertanya kepada netizen, “Apakah Anda akan menginstal antarmuka Neuralink untuk mengontrol ponsel hanya dengan pikiran?”, Musk menjawab tweet tersebut dengan menyatakan, “Di masa depan tidak akan ada lagi ponsel, hanya Neuralink,” seperti yang dikutip dari DeccanHerald.
Sebelum diuji pada manusia, Neuralink telah melakukan pengujian teknologinya pada hewan selama bertahun-tahun. Pasien manusia pertama yang menggunakan Neuralink dan mengalami kelumpuhan terbukti dapat bermain game dan mengontrol kursor komputer hanya dengan pikirannya.
Meskipun sempat ada isu terkait benang yang terhubung dengan otak pasien tersebut, Neuralink menyatakan bahwa masalah itu telah diperbaiki. Tidak lama setelah itu, Neuralink juga melakukan uji coba chip otaknya pada pasien kedua dan mengklaim berhasil.
Belum jelas apakah ramalan Zuckerberg dan Musk akan menjadi kenyataan. Kita juga belum bisa membayangkan bagaimana peradaban manusia tanpa smartphone. Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














