Jangan Terjebak! Ini Cara Mengenali Telepon Penipuan Vishing

0
Ilustrasi Telepon Penipuan Vishing

NARASITODAY.COM – Kejahatan dengan metode penipuan vishing semakin meningkat belakangan ini. Vishing, yang merupakan phising melalui suara, bertujuan untuk memancing korban agar menyerahkan akses atau informasi yang dapat digunakan untuk membajak ponsel atau aplikasi mobile.

Korban phising biasanya dipancing untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh file yang mengandung malware. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jika menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

Setidaknya, kenali ciri-ciri khas vishing yang sering dilakukan oleh para pelaku penipuan. Berikut adalah tanda-tanda telepon dari penipu yang perlu diwaspadai:

1. Mengaku dari pemerintah atau perusahaan besar

Waspadai panggilan dari individu yang mengklaim mewakili lembaga pemerintah atau perusahaan besar. Penipu sering berpura-pura memiliki otoritas untuk mengintimidasi korban. Hati-hati terhadap penelepon yang mengaku berasal dari lembaga seperti FBI atau perusahaan besar seperti Amazon, Apple, Microsoft, atau Netflix.

Baca Juga :  Segarkan Hari Anda dengan Es Air Mata Kucing, Minuman Khas Malaysia yang Menyegarkan

2. Menawarkan kesepakatan atau hadiah

Jangan percaya pada siapa pun yang mengatakan Anda telah terpilih untuk menerima hadiah. Jika Anda tidak pernah mengikuti lotere atau program undian tertentu, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

3. Tidak tahu nama Anda

Penelepon menggunakan sapaan umum tanpa menyebutkan nama orang yang dihubungi. Petugas resmi seharusnya tahu nama lawan bicara mereka saat meminta informasi atau uang.

Baca Juga :  Kapolri Minta Ledakan di SMAN 72 Jakarta Jadi Pelajaran Bersama

4. Mengklaim ada utang yang belum dibayar

Penipu sering menggunakan taktik intimidasi dengan mengklaim adanya utang yang belum dibayar dan mengancam dengan denda atau hukuman penjara. Jika Anda merasa ragu, segera tutup telepon dan hubungi perusahaan atau agensi secara langsung untuk memverifikasi kebenaran ancaman tersebut.

5. Meminta informasi sensitif

Pelaku biasanya meminta data pribadi seperti nomor KTP atau nomor kartu kredit. Jangan pernah memberikan informasi tersebut dengan alasan apa pun.

6. Perangkat terinfeksi malware

Korban akan diberitahu bahwa perangkat mereka telah terinfeksi malware atau virus. Jika Anda menerima informasi ini selama panggilan, jangan pernah menginstal perangkat lunak akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer.

Baca Juga :  Teknologi AI dalam Mesin Cuci LG: Mendeteksi Kotoran dan Menyesuaikan Siklus Pencucian

7. Meminta informasi pribadi yang seharusnya sudah diketahui

Perusahaan asuransi yang menghubungi Anda seharusnya sudah memiliki informasi mengenai nomor klaim. Demikian juga pihak sekolah seharusnya tahu nama anak dari orang tua yang mereka hubungi. Jangan tertipu oleh seseorang yang meminta Anda untuk “memverifikasi” informasi pribadi Anda.

8. Ada jeda saat menjawab telepon

Para penipu sering menggunakan teknologi panggilan otomatis yang hanya menghubungkan mereka dengan korban setelah Anda menjawab telepon.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel