NARASITODAY.COM – Sejumlah warga mengajukan protes terhadap operasi mesin pembakar sampah (insinerator) yang ada di Sukmajaya, Depok. Saat ini, insinerator tersebut telah disegel oleh warga.
Tampak warga menyegel mesin insinerator dengan menggunakan rantai. Mereka juga menambahkan tali berwarna hitam kuning untuk penyegelan.
Warga memasang dua spanduk yang bertuliskan ‘Incinerator Membahayakan Kesehatan dan Lingkungan Kami’ dan ‘Udara Bersih Hak Kami, Kami Tak Mau Udara Tercemar Warga Tolak Incinerator Di Lingkungan Padat’. Penyegelan ini dilakukan pada Selasa (4/2), setelah protes yang disampaikan di depan kantor Wali Kota Depok tidak mendapatkan respons.
“Kami sangat menderita karena asap dari insinerator ini, tetapi tidak ada pihak yang bertanggung jawab. Kami sudah melapor dan mengajukan protes, tetapi hanya diabaikan, bahkan tidak ada yang mau menemui kami,” kata Manahan Panggabean, perwakilan warga, dalam keterangannya pada Rabu (5/2/2025).
Dia juga mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan dua mesin pembakar sampah itu, warga tidak dilibatkan dalam prosesnya. Manahan menegaskan, sejak adanya insinerator, mereka merasakan perubahan lingkungan yang berdampak pada kesehatan mereka.
“Sejak awal, kami tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan tungku bakar ini, dan persetujuan kami tidak pernah dianggap. Sebagai warga negara, kami berhak hidup sehat, dan pemerintah harus memenuhinya,” tambahnya.
Menurut pengakuan warga sekitar, polusi udara berupa asap dan bau tak sedap sering muncul. Manahan juga mengungkapkan bahwa polusi tersebut menyebabkan beberapa warga mengalami sesak napas.
“Asapnya, menurut keterangan warga, seringkali masuk ke dalam rumah, terutama ketika angin mengarah ke pemukiman yang dekat dengan lokasi mesin pembakar. Tak sedikit juga masyarakat di sekitar area ini yang mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas dan batuk,” paparnya.
Sebelumnya, beberapa warga juga mengajukan protes terhadap pengoperasian mesin insinerator tersebut. Wali Kota Depok, M Idris, menyatakan bahwa mesin insinerator akan tetap beroperasi.
Hal ini disampaikan oleh Idris saat menghadiri perayaan tahun baru di Depok Open Space (DOS) pada Rabu (1/1). Dia menegaskan bahwa insinerator akan terus berjalan.
“Mesin insinerator tetap beroperasi. Dan mohon maaf, kebetulan Pak Supian sebagai Wali Kota Terpilih itu, beliau yang mengajak dan ikut menonton di Banyumas,” kata Idris yang dikutip pada Kamis (2/1).
“Jadi beliau sendiri sebenarnya juga menyadari pentingnya mesin insinerator ini. Karena sampah itu telah habis terbakar, tanpa ada residu sama sekali. Semua bisa dimanfaatkan, baik cairan maupun asapnya,” tambahnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














