NARASITODAY.COM – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berambisi akan membangun karakter pelajar di Jabar dengan moral budi pekerti di dunia pendidikan yang berbasis lingkungan. Bahkan akan menerapkan wajib militer bagi anak-anak terlibat geng motor maupun tawuran.
Rencana tersebut disampaikan di Chanel YouTube Kang Dedi Mulyadi saat bertemu Komisi V DPRD jabar di kediamannya Lembur Pakuang Subang.
Pria yang akrab disapa Kang DM ini mengungkapkan Jawa Barat akan berevolusi untuk menopang kebutuhan industri kerja. Agar seluruh pasar industri bisa dikuasai oleh putra-putri Jawa Barat.
“Kita ingin mendorong pembentukan karakter budi pekerti karena karakter budi pekerti maka pendidikan harus berbasis lingkungan, pendidikan berbasis pertanian, pendidikan berbasis peternakan, perikanan kelautan, kehutanan, industri kreatif, seni, pendidikan berbasis industri pabrikan,”kata Dedi Mulyadi dikutip melalui Chanel KDM, Sabtu (15/2/2025).
Nantinya kata KDM, anak-anak di Jawa Barat bisa berinovasi dengan sendirinya dan bisa menguasai pasar industri di Jabar. Seperti yang ia pernah terapkan sebelumnya.
“Dngan pola pendidikan yang dulu saya pernah terapkan misalnya anak-anak mengelola sampah kemudian pupuk organik dan organik jadi meja, kursi, jadi anak-anak bisa membuat ruang kelas ini akan saya dorong. Musim menanam padi anak-anak turun ke sawah ikut panen. kemudian sekolah menentukan kelulusan bukan hanya akademis tapi moralitas!,”katanya.
Dedi Mulyadi juga menyoroti sejumlah pelajar di Jawa Barat sering terjaring memakai knalpot bising (brong) dan dia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terhadap anak-anak.
“Ke sekolah tidak boleh memakai knalpot brong, anak-anak harus ada buku pengawas orang tua. Dimana orang tua di mana secara jujur mengatakan bagaimana kalau aku dia (anak) itu di rumah, tidur dan bangun jam berapa,”ucapnya.
Terakhir kata dia, jika pelajar maupun anak-anak yang masih melakukan pergaulan yang meresahkan bagi masyarakat. KDM akan merencanakan opsi wajib militer bagi pelajar yang terlibat tawuran maupun geng motor.
“Saya dulu pernah buat begitu itu bisa menekan anak-anak dari kenakalan. termasuk saya ingin membuat opsi anak-anak yang terlibat di geng motor, tawuran, saya akan buat opsi wajib militer,”kata dia.
Opsi tersebut kata dia, jika orang tua pelajar di sekolah sudah tidak mampu dan tak kuat melihat tingkah laku anak-anaknya dan menyerahkan langsung terhadap pemerintah.
“Jadi mereka kalau orang tua sudah tidak sanggup serahkan pada pemerintah, pemerintah berkerja sama dengan tentar dan polisi. Pilih nanti daerah mana bikin barak pendidikan wajib militer saja. Kalau tidak, tidak akan akan kelar (masalah nya),”katanya.
“Ini adalah bagian merombak daya pikir warga Jawa Barat yang harus loncat kedepan, termasuk kita ingin kerjasama dengan dengan perguruan tinggi ternama di Jawa Barat. ITB, UNPAD, UI. UPI,”pungkasnya.(Ham)














