Adu Ketangkasan Domba Garut di Gunung Salak Endah, Tradisi dan Wisata Bertemu

0
Domba Garut dari berbagai daerah ikut serta dalam adu getangkasan yang di laksanakan Gunung Salak Endah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

NARASITODAY.COM– Menjelang bulan suci Ramadan, ratusan pecinta Domba Garut dari berbagai daerah berkumpul di kawasan wisata Gunung Salak Endah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Mereka mengikuti ajang adu ketangkasan domba, sebuah tradisi khas Sunda yang masih lestari hingga kini.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah, seperti Depok, Tangerang, Garut, hingga Cirebon. Mereka membawa domba terbaiknya untuk unjuk ketangkasan dan kegagahan di atas ring arena yang telah disediakan panitia.

Panitia penyelenggara, Darul Dinar, menyebutkan bahwa ajang ini bukan sekadar adu ketangkasan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarpeternak sekaligus upaya meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Baca Juga :  Bupati Bogor Lakukan Rotasi 30 Pejabat, Siapkan Open Bidding untuk Isi Jabatan Strategis

“Alhamdulillah, hari ini penggemar seni ketangkasan domba berkumpul untuk bersilaturahmi. Saya berharap kegiatan ini juga bisa meningkatkan jumlah pengunjung ke TNGHS yang sempat menurun akibat isu kenaikan PNBP,” ujarnya, Senin (17/2).

Lebih lanjut, Darul mengungkapkan bahwa acara serupa akan kembali digelar pada Agustus mendatang untuk memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia.

Baca Juga :  BNN Gelar Talkshow Kebangsaan Anti Narkoba di Cianjur, Bupati: Katakan Tidak Pada Narkoba!

“Ajang ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga menambah hiburan bagi wisatawan. InsyaAllah, Agustus nanti kami akan mengadakannya lagi agar bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” katanya.

Salah satu peserta, Toni, yang berasal dari Bojong Kemang 2, Cimahpar, Bogor, mengaku mengikuti kontes ini sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda serta ajang promosi bagi para peternak Domba Garut.

“Domba yang berhasil menjadi juara dalam kontes ini otomatis memiliki harga jual yang lebih tinggi dan bisa dikenal di tingkat nasional,” katanya.

Baca Juga :  Jaga Desa Terintegrasi Siskeudes, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa Secara Real Time

Toni juga menjelaskan bahwa perawatan Domba Garut tidaklah sulit, asalkan dilakukan dengan konsisten.

“Sebetulnya, tidak ada kesulitan dalam merawat domba. Yang penting perawatan harus teratur, seperti pemberian makan di waktu yang sama setiap hari. Biasanya, saya memberi makan dari pukul 17.00 hingga 22.00 malam, ditambah dengan singkong,” pungkasnya.