Tema “Our Story” Sambut Hari Berpikir Sedunia 2025, Fokus pada Nilai Kepanduan Perempuan

0
Ilustrasi berpikir

NARASITODAY.COM – Pada tanggal 22 Februari, dunia memperingati Hari Berpikir Sedunia (World Thinking Day). Perayaan ini dilakukan setiap tahun oleh Asosiasi Gerakan Pandu Perempuan dan Kepanduan Perempuan (World Association of Girl Guides and Girl Scouts/WAGGGS) di seluruh dunia.

Hari Berpikir Sedunia diperingati pada 22 Februari, yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Kepanduan Sedunia (World Scout Day) serta Hari Baden-Powell. Peringatan ini menjadi momen penting bagi gerakan kepanduan di berbagai belahan dunia.

Apa Itu Hari Berpikir Sedunia?
Menurut penjelasan dari Girlguiding, Hari Berpikir Sedunia merupakan kesempatan bagi para kepanduan putri untuk merayakan gerakan global Gerakan Pandu Perempuan dan Kepanduan Perempuan dengan saling terhubung, merayakan persahabatan internasional, serta berbagi pengalaman.

Baca Juga :  Aksi Heroik Polisi Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Flyover Cileungsi

Hari ini menjadi waktu untuk belajar dan bertindak atas berbagai isu global, serta mendukung komunitas lokal sekaligus menggalang dana untuk mendukung lebih dari 10 juta anggota Gerakan Pandu Perempuan dan Kepanduan Perempuan di seluruh dunia.

Sejarah Hari Berpikir Sedunia
Hari Berpikir Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1926, ketika delegasi Gerakan Pandu Perempuan dan Kepanduan Perempuan dari berbagai negara berkumpul di Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Dunia ke-4.

Salah satu hasil keputusan mereka adalah perlunya sebuah hari khusus untuk merayakan persatuan antara pemandu perempuan dan pramuka perempuan di seluruh dunia, serta untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan terhadap gerakan internasional tersebut.

Baca Juga :  Bangkit dan Berdaya: 5 Cara Berhenti Menyalahkan Keadaan ala Perempuan Keren

Sebagai hasilnya, lahirlah Hari Berpikir (Thinking Day). Para delegasi sepakat memilih tanggal 22 Februari sebagai tanggal perayaan, karena merupakan hari ulang tahun Lord Robert Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka, dan Olave Baden-Powell, Kepala Pemandu Dunia.

Pada tahun 1999, dalam Konferensi Dunia ke-30 yang berlangsung di Dublin, Irlandia, para delegasi sepakat untuk mengubah nama Hari Berpikir (Thinking Day) menjadi Hari Berpikir Sedunia (World Thinking Day), guna lebih menekankan sisi internasional dari perayaan tersebut.

Baca Juga :  MENGAPA KITA LEBIH SENANG DEMO DARI PADA MUSYAWARAH YANG SESUAI DENGAN PANCASILA ?

Hari Berpikir Sedunia 2025
Hari Berpikir Sedunia kini menjadi bagian penting dari kalender kepanduan, dengan tema yang berbeda setiap tahunnya untuk mendorong para anggotanya memikirkan isu-isu besar yang memengaruhi komunitas global. Tema-tema sebelumnya termasuk kemiskinan, ketidaksetaraan gender, kelestarian lingkungan, dan akses pendidikan.

Untuk perayaan Hari Berpikir Sedunia 2025, tema yang diangkat adalah “Our Story.” Tema ini mencerminkan simbolisme dan nilai-nilai dari Gerakan Pandu Perempuan dan Kepanduan Perempuan, serta mengeksplorasi makna menjadi bagian dari Asosiasi Kepanduan Perempuan Sedunia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel