Kebakaran Lahan Masih Berisiko, KLH Ajak Semua Pihak Kerja Sama Mitigasi

0
Ilustrasi kebakaran

NARASITODAY.COM – Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH melaporkan bahwa pada tahun 2025, jumlah hotspot yang menunjukkan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengalami penurunan sebesar 53,17 persen dibandingkan tahun 2024.

Meskipun begitu, ancaman karhutla masih tetap signifikan. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa potensi kebakaran lahan tertinggi terdapat di beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua, Papua Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Chile Tetapkan Status Darurat, Kebakaran Hutan Akibat Panas Ekstrem Tewaskan 19 Orang

Kebakaran lahan tidak hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga berperan besar dalam memperburuk krisis iklim global,” ungkap Hanif dalam keterangan resminya pada Senin (24/2/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat menghadiri Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Lahan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Kecelakaan Lalu Lintas Maut di Bogor, Pemotor Perempuan Tewas di Tempat

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pengawasan yang komprehensif di seluruh wilayah, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran yang tinggi. Mengacu pada data Satelit Terra/Aqua (NASA) per 23 Februari 2025, terdapat 59 titik panas dan 32 kejadian kebakaran di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga mengimbau agar pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta masyarakat, dapat bekerja sama dengan lebih baik. Pemantauan cuaca secara rutin pun dianggap menjadi langkah krusial dalam upaya mitigasi.

Baca Juga :  Api Cepat Membesar, Tiga Ruko di Pasir Jambu Bogor Jadi Arang

“Jangan biarkan kebakaran lahan merusak masa depan Indonesia! Mari kita semua bergerak bersama untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan dengan penuh tanggung jawab,” ajak Hanif.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel