STOP KEKERASAN PELAJAR

0
Heru B Setyawan

Oleh: Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Penulis sebagai pemerhati dan aktivis pendidikan sangat prihatin dan miris dengan kejadian pemukulan yang terjadi pada pertandingan SMPN 1 Bogor melawan SMP Mardi Waluya Cibinong Kabupaten Bogor di SDH Basketball Cup di Kota Bogor pada Senin (17/2). Video kekerasan Reynard Cedric Sudirja pelajar SMP Mardi Waluya terhadap pemain lawan tersebut viral sehingga menjadi perhatian publik.

Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP PERBASI) menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan disiplin dalam setiap kegiatan olahraga bola basket. Setelah melakukan rapat tertutup selama hampir satu jam di Indonesia Arena minggu sore (23/2), federasi bola basket Indonesia itu menjatuhkan hukuman skorsing atau larangan bermain basket selama dua tahun kepada Reynard Cedric Sudirja.

Baca Juga :  HIJRAH DARI INDONESIA GELAP KE INDONESIA EMAS

Hukuman DPP PERBASI ini lebih berat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan PERBASI Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dalam putusannya, Reynard mendapatkan hukuman berupa skorsing atau larangan bermain basket selama satu tahun dalam seluruh pertandingan yang diselenggarakan oleh PERBASI Kota Bogor.

Alhamdulillah menurut penulis, hukuman dari pihak sekolah dan PERBASI sudah tepat dan bersifat mendidik untuk pelaku kekerasan tersebut. Karena hukumannya tidak sampai ranah pidana, karena sebelumnya sudah diadakan mediasi dan musyawarah antara pihak sekolah, orang tua baik dari pihak pelaku maupun korban. dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Ketika Kekerasan Anak Meningkat, KPAID Menantikan Langkah Nyata dari Pemkot Bogor

Dengan hukuman yang bersifat mendidik ini, pelaku kekerasan masih ada kesempatan untuk menjadi pemain bola basket yang baik, bahkan pemain profesional untuk masa yang akan datang. 

Selama hukuman dua tahun pelaku tidak boleh bermain bola basket, bisa digunakan untuk introspeksi, melatih untuk bisa mengendalikan emosi, berlatih fisik, berlatih kesabaran, bisa membaca biografi pemain bola basket yang terkenal dan sukses baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Yang jelas banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini, yaitu: 

Baca Juga :  TETAP GAS POL MESKI MENGAJAR SEHARIAN

Kita sebagai orang tua harus lebih banyak mengajarkan dan memberi teladan tentang ajaran kasih sayang, sportivitas, siap untuk menang dan kalah dalam suatu pertandingan atau perlombaan, tidak main curang dan kasar. Atau menerapkan ajaran rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam). Ya kita harus bersikap kasih sayang terhadap sesama manusia, flora, fauna dan lingkungan kita. Jayalah Indonesiaku.***