NARASITODAY.COM – Kehilangan orang yang kita cintai selalu menjadi ujian berat. Bagi Eza Gionino, bintang sinetron Naik Ranjang, kehilangan ibunda tercinta, Ruchaiyah, adalah sebuah kehilangan yang mendalam. Setelah beberapa waktu menjalani perawatan di rumah sakit, Ruchaiyah menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (9/3) sekitar pukul 21.00 WIB.
Eza, yang begitu dekat dengan ibunya, tak hanya menyaksikan perjalanan terakhirnya, tetapi juga ikut serta dalam prosesi pemakaman. Bahkan, sebagai anak, Eza sendiri yang langsung turun ke liang lahad untuk menguburkan jenazah ibundanya, sebuah momen yang tak bisa terlupakan baginya.
Melalui unggahan di Instagram Stories, Eza mengucapkan terima kasih atas segala doa dan ucapan duka yang diterimanya. “Terima kasih untuk doa yang sudah diberikan untuk almarhum mama, maafkan saya yang belum bisa membalasnya. Doakan saya bisa ikhlas,” tulis Eza, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya meski tak mampu membalas setiap ucapan satu per satu.
Selain itu, dalam unggahan lainnya, Eza berdoa agar kepergian ibunya merupakan jalan yang terbaik. “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Hari ini Mama saya pulang ke Rahmatullah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, semoga memang jalan Allah yang terbaik untuk mama,” ungkap Eza penuh haru.
Momen terakhir bersama ibunya menjadi kenangan yang tak akan terlupakan oleh Eza. “Paling nggak kita sudah sempat ngumpul saling meminta maaf dan ujung-ujungnya ketawa-ketawa bersama, sampai akhirnya sebagai anak harus mengurus mama di saat sakit,” kenang Eza.
Ia menyadari bahwa meski berat, kepergian ibunda adalah takdir yang harus diterima dengan lapang dada. “Tapi Allah justru mengangkat semua sakit mama dengan cara ini, jadi mama nggak sakit lagi ya sekarang. Eza Ikhlas ma, Insyaallah Eza kuat,” imbuhnya.
Meski belum diketahui penyakit yang diidap oleh ibunda Eza Gionino, beberapa waktu terakhir, Eza sering mengunggah foto saat menjenguk ibundanya di rumah sakit. Ruchaiyah sudah menggunakan banyak alat medis untuk mendukung kondisinya yang terus menurun.
Setelah kepergian ibunda pada Minggu malam, prosesi pemakaman Ruchaiyah dilaksanakan pada Senin (10/3), setelah Zuhur, di Kuburan Sama’an, Tawangmangu, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Eza Gionino kini harus melanjutkan hidup tanpa sang ibu, namun dengan kenangan manis yang akan selalu dikenangnya.***














