Pemilik Ruko di Leuwiliang Ngeyel Saat Ditertibkan, Bangunan Berisiko Runtuh ke Sekolah Dasar

0
Pemilik Ruko di Leuwiliang Ngeyel Saat Ditertibkan, Bangunan Berisiko Runtuh ke Sekolah Dasar

NARASITODAY.COM – Penertiban bangunan ruko di depan SDN Karyasari 02, Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berujung ketegangan.

Pemilik bangunan, yang diketahui bernama H. Uji, bersikeras mempertahankan bangunannya meski berpotensi membahayakan siswa dan guru di sekolah tersebut.

Plt Kasi Trantib Kecamatan Leuwiliang, Asdi, membenarkan adanya laporan warga terkait ruko yang dibangun di bahu jalan dan berada tepat di bawah ruang kelas SDN Karyasari 02.

Pembangunan tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor yang berisiko menimpa ruang kelas.

Baca Juga :  Prancis Alami Malam Terpanas Sepanjang Sejarah, Gelombang Panas Tewaskan Puluhan Orang

“Saat ditinjau, benar bahwa bangunan itu berada di bawah ruang kelas SDN Karyasari 02,” ujar Asdi pada Selasa (11/3).

Tak hanya membahayakan, bangunan tersebut juga belum mengantongi izin resmi.

Meski demikian, pemilik ruko tetap bersikeras melanjutkan pembangunan dan bahkan menantang petugas Satpol PP yang berupaya menertibkan lokasi.

Dalam proses mediasi, pemilik bangunan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika terjadi insiden yang memakan korban jiwa.

Baca Juga :  Antam Pongkor Apresiasi Karya APFI 2026, Tegaskan Dukungan untuk Jurnalisme Visual

Bangunan ini belum memiliki izin, dan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemilik menyatakan siap bertanggung jawab,” katanya.

Sikap pemilik bangunan ini menuai kekhawatiran, terutama karena saat ini memasuki musim penghujan yang meningkatkan risiko longsor.

Sementara itu, Kepala SDN Karyasari 02, Nuraeni, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak diberitahu mengenai pembangunan ruko tersebut. Bahkan, pagar sekolah disebut ikut tertimbun akibat proyek tersebut.

Baca Juga :  Kapolsek dan Danramil Nanggung Kompak Jaga Keamanan Libur Lebaran 1447 H

“Kami tidak diberi tahu soal pembangunan ini, tahu-tahu pagar sekolah sudah ditimbun. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” ujarnya.

Para guru dan siswa kini merasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi longsor yang mengancam keselamatan mereka.

Pihak sekolah berharap ada tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan keamanan lingkungan belajar mereka.

“Jelas khawatir apalagi kalau saat sesi belajar mengajar terus terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuntasnya.