Ahok Berharap Proses Penyidikan Korupsi Pertamina Dapat Membongkar Kebenaran

0
Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok

NARASITODAY.COM – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok, akhirnya buka suara terkait ramainya isu Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan yang tengah menggegerkan masyarakat.

Isu ini mencuat di tengah penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan PT Pertamina, Subholding Pertamina, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk periode 2018-2023, yang kini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ahok menjelaskan bahwa jika memang benar ada praktik pengoplosan BBM, seharusnya konsumen yang menggunakan BBM jenis Pertamax (RON 92) atau bensin dengan spesifikasi serupa akan merasakan masalah pada kendaraannya.

Baca Juga :  Guru SMP IT Darul Qur’an Mulia Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang

“Kalau pengoplosan, otomatis (pemilik) kendaraan-kendaraan akan protes dong, kendaraan kita macet dong rasanya,” ungkap Ahok, saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Kamis (13/3/2025).

Pemeriksaan yang berlangsung lebih dari 9 jam itu melibatkan Ahok bersama dengan beberapa saksi lainnya. Meskipun demikian, Ahok menegaskan bahwa dirinya tidak dimintai keterangan khusus mengenai isu BBM oplosan tersebut. “Kalau pengoplosan, saya kira itu, saat disini penyidik nggak pernah tanya itu,” katanya tegas.

Baca Juga :  Antrean Panjang BBM di Bangladesh Akibat Kekhawatiran Perang Timur Tengah

Sayangnya, Ahok tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait isu BBM oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan. Proses penyidikan oleh Kejagung RI yang masih berlangsung membuatnya memilih untuk tidak berspekulasi.

“Bukan itu, ini yang lebih dalam kalau pengoplosan langsung ketahuan konsumen ini memang ada soal sesuatu yang saya nggak bisa ngomong nanti di sidang pasti penyidik akan ngasih lihat. Tapi ya saya kaget itu lebih dalam yang saya kira di kulit,” tambahnya.

Baca Juga :  Kompak Naik! SPBU Pertamina, BP, dan Vivo Kerek Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Sentuh Rp16.250

Selama pemeriksaannya, Ahok hanya memberikan informasi yang ia ketahui seputar kasus tersebut, dan menekankan bahwa tujuannya adalah untuk memberikan data yang relevan. Sebagai saksi, ia merasa memiliki kewajiban untuk membantu proses penyidikan.

Ahok menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung sejak pukul 08.45 WIB hingga hampir pukul 18.00 WIB. Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Enam di antaranya merupakan petinggi di Subholding Pertamina, sementara tiga lainnya berasal dari perusahaan swasta.***