
NARASITODAY.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan melakukan pembangunan infrastruktur skala besar untuk menunjang persiapan pemekaran di wilayah Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Bogor Barat.
Salah satu jalan yang berencana akan dibangun yakni, ruas pemecah kemacetan lingkar Leuwiliang – Atang Sanjaya dan lingkar Leuwikora – Pasir Nangka yang akan menjadi jalur alternatif kedua arah menuju Cigudeg – Sukajaya hingga Provinsi Banten.
Ketua komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menjelaskan pihaknya saat ini sangat mensuport rencana pembangunan infrastruktur jalan lingkar Leuwiliang dan Cigudeg tersebut.
Apalagi kata dia, Pemkab Bogor pada tahun 2025 ini diberikan angin segar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai bagi hasil pajak kendaraan sebesar Rp679 miliar diperuntukan infrastruktur jalan.
“Yang pasti kami siap support terkait anggaran, karena apalagi Pemkab dapat angin segar dari provinsi terkait uang untuk pembangunan infrastruktur,”kata Aan Triana Al Muharom usai mengikuti taraweh keliling bersama Wabup Bogor Jaro Ade di Kecamatan Cigudeg, Jumat (14/3).
Aan Triana menuturkan dari sebelumnya dinas PUPR mendapatkan dana sekitar 580 miliar. Namun, pada tahun nilainya akan bertambah hingga 1 Triliun yang akan gelontorkan pada infrastruktur.
“PUPR untuk tahun ini saja 580 miliar kemungkinan dengan anggaran yang dikembalikan oleh Pemprov Jabar ke Pemkab Bogor kurang lebih 1 triliun,”kata dia.
Dari hal itu kata Aan Triana, pembangunan jalan-jalan yang sebelumnya belum bisa tercover bisa segera direalisasikan termasuk pembuatan jalan baru untuk penunjang wilayah Bogor Barat.
Meski demikian, untuk jalan lingkar Cigudeg atau Leuwikora – Pasir Nangka pihaknya meminta kepada Pemkab Bogor untuk segera membahas status tanah yang saat ini diperkirakan dimiliki oleh PTPN.
“Mengenai status jalan nanti pemerintah daerah kita minta kordinasi dengan pihak PTPN, karena ini untuk kepentingan umum,”pungkasnya.













