NARASITODAY.COM – Di musim penghujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) jadi ancaman. Satu orang warga Desa Petir, Kecamatan Dramaga terkena DBD hingga dilarikan ke rumah sakit .
Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk Aedes aegypti, Pemerintah Desa melakukan Fogging di wilayah rawan terjangkit DBD.
”Ada satu orang yang kena DBD atas nama Endah warga Kampung Babakan Kupa, Rt 03/03. Setelah mendapat perawatan di RSUD Kota, kondis Endah sudah sehat dan pulang kerumah,” ujar
Kepala Desa Petir Sukardi usai fogging di wilayah.
Sukardi mengungkapkan setelah Endah pulih dari DBD, di kampung yang sama
belum lama ini ada lagi anak kecil yang diduga kena penyakit DBD.
Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk Aedes aegypti di musim penghujan, pihaknya desa melakukan
fogging diwilayahnya.
”Kita lakukan foging diwilayahnya rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, termasuk mensosialisasikan ke warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada jentik nyamuk DBD,” katanya.
Tentunya masalah DBD ini menjadi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Tetapi, masyarakat juga dapat membantu mencegah DBD dengan melakukan berbagai pencegahan.
Untuk mencegah timbulnya penyakit DBD tersebut, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD secara rutin melalui kegiatan 3M PLUS.
Adapun kegiatan 3M PLUS ini yakni menguras dan menyikat bersih bak mandi/kolam air minimal satu minggu sekali.
”Kami juga imbau warga untuk meningkatkan PHBS dan menjadi Juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri di rumah masing-masing,” tandasnya.













