Jelang Mudik Lebaran 2025, Kondisi Jalan Kalongliud-Bantarkaret Jadi Sorotan Jaro Ade

0
kondisi akses jalan milik kabupaten bogor Kalongliud -bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor banyak kubangan (Foto dok : Andres)

NARASITODAY.COM – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, kondisi Jalan Raya Ace Tabrani yang menghubungkan Kalongliud dan Bantarkaret di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius.

Jalan yang rusak dan mengkhawatirkan ini mendapat sorotan langsung dari Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade.

Dalam acara buka bersama di kantor PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor pada Selasa (18/3/2025) lalu, Jaro Ade meminta anggota Badan Anggaran (Banggar), Samsul Hidayat, dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana, untuk segera mengoordinasikan perbaikan jalan tersebut dengan Kepala Dinas terkait.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Dan Semangat Juang Pahlawan

Menurut Wabup, kondisi jalan dari Kampung Lukut hingga gerbang PT Antam perlu mendapat perhatian serius.

“Pokoknya bagaimanapun caranya, ke depan jalur Kalongliud-Bantarkaret harus masuk prioritas,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jalur kanan di wilayah tersebut tetap menjadi perhatian. Untuk itu, ia telah memerintahkan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Nanggung berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Teknik (UPT) guna memastikan penanganan jalan berjalan maksimal.

Baca Juga :  Dina Mariana, Penyanyi Cilik Era 70-an, Meninggal di Usia 59 Tahun

Selain itu, Jaro Ade juga menyinggung perbaikan jalan menuju Malasari, yang selama ini terkendala status lahan milik perkebunan teh.

“Saya sering berteriak soal jalan ke Malasari. Saya ingin yang punya kebun teh segera menandatangani surat hibah agar pembangunan jalan lebih mudah. Hal ini sudah saya bahas dengan Bupati Bogor dan Bupati Sukabumi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Deklarasikan Dukungan, Barraja Siap Menangkan Rudy-Jaro di Pilkada 2024

Selain infrastruktur jalan, Wabup juga menyoroti kondisi hunian warga di Desa Malasari yang masih banyak belum tertangani.

“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. Masih banyak rumah warga korban longsor 2020 di Malasari yang perlu perhatian lebih,” pungkasnya.***