Kasus Pelecehan Dokter Kandungan di Garut Jadi Sorotan, Masyarakat Desak Penegakan Hukum

0
Ilustrasi pelecehan

NARASITODAY.COM – Gelombang kejut menyelimuti Kabupaten Garut menyusul mencuatnya kabar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dokter kandungan terhadap pasiennya. Kisah pilu ini tak hanya menjadi perbincangan hangat di kalangan warga, namun juga memantik perhatian serius dari Dinas Kesehatan setempat.

Bahkan, linimasa media sosial turut diramaikan dengan beredarnya rekaman video CCTV yang disebut-sebut merekam detik-detik kejadian tersebut. Dalam tayangan buram itu, tampak seorang dokter tengah melakukan prosedur Ultrasonografi (USG) kepada seorang wanita.

Baca Juga :  Dokter di Cariu Terkejut Temukan Bayi Meninggal di Mobilnya

Kendati detail kejanggalan dalam video itu tak diungkap secara gamblang, namun sorotan kamera pada pertengahan video menangkap momen yang membuat miris: fokus sesaat tertuju pada area payudara pasien, di mana diduga kuat terjadi peremasan oleh sang dokter, memicu reaksi terkejut dari korban.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, akhirnya buka suara menanggapi kabar yang meresahkan ini. Dengan nada serius, ia membenarkan adanya dugaan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Saya harus periksa lagi pastinya kapan, tapi kalau tidak salah ini di tahun 2024. Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah,” ungkap Leli kepada awak media di Lapangan Otista, Selasa (15/4/2025), mengonfirmasi bahwa dugaan pelecehan terjadi pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pengakuan Resmi Israel terhadap Somaliland Picu Kekhawatiran Global tentang Gelombang Separatis di Afrika

Lebih lanjut, Leli menjelaskan bahwa insiden memilukan ini diduga kuat terjadi di sebuah klinik swasta. Kendati demikian, ia mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dokter kandungan yang disebut berinisial SF itu pernah memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah dan bertugas di RS Malangbong.

Baca Juga :  Dua Anggota Gengster Kecelakaan Saat Hendak Tawuran di Cibinong, Satu Tewas

“Yang bersangkutan bukan orang sini (Garut),” imbuhnya, menambah lapisan kompleksitas pada kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini.

Kini, masyarakat Garut menanti dengan cemas perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, berharap keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kisah ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya pengawasan dan etika profesi, terutama dalam relasi dokter dan pasien yang seharusnya dilandasi kepercayaan dan rasa aman.***