NARASITODAY.COM – Suasana mencekam menyelimuti sejumlah lembaga pemasyarakatan di Prancis dalam beberapa hari terakhir. Gelombang serangan misterius yang dilakukan oleh kelompok tak dikenal telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan otoritas dan masyarakat.
Aksi teror ini tidak hanya menyasar fasilitas fisik penjara, tetapi juga meninggalkan jejak berupa pembakaran mobil, prasasti-prasasti penuh teka-teki, hingga aksi penembakan dengan senjata otomatis.
Kabar mengenai serangkaian serangan ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Rabu (16/4/2025). Insiden ini terjadi di tengah komitmen kuat dari pemerintah Prancis untuk memberantas peredaran narkotika dan kejahatan terkait.
Menteri Kehakiman Gerald Darmanin dan Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau sebelumnya telah berjanji untuk “mengintensifkan perang melawan narkotika dan kejahatan terkait narkoba dalam beberapa bulan terakhir.” Namun, gelombang serangan ini justru menjadi tantangan baru yang menguji ketegasan pemerintah.
Sumber dari kantor kejaksaan dan kepolisian mengungkapkan kronologi kejadian yang mengkhawatirkan.
“Sepanjang Minggu hingga Senin malam, mobil seorang sipir penjara dibakar di Seine-et-Marne di luar Paris dan tujuh kendaraan dibakar di tempat parkir pusat pelatihan staf penjara di Agen di Prancis barat daya.” Lebih lanjut, dilaporkan bahwa “secara keseluruhan, 21 kendaraan telah dicoret-coret dan atau dibakar sejak Minggu malam,” menunjukkan skala serangan yang cukup luas dan terkoordinasi.
Yang lebih membingungkan adalah kemunculan prasasti misterius di hampir setiap lokasi serangan. Tulisan ‘DDPF’, yang diyakini merupakan singkatan dari ‘hak-hak tahanan Prancis’ (‘droits des détenus français’), ditemukan di berbagai tempat kejadian.
Namun, pengecualian terjadi di penjara dekat Toulon, di mana para penyerang justru meninggalkan akronim lain yang tak kalah membingungkan, yaitu ‘DDFM’. Pesan-pesan singkat ini menambah lapisan misteri dan spekulasi mengenai motif di balik serangan tersebut.
Meskipun belum ada kelompok yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab, pemerintah Prancis menunjukkan sikap tegas dan tidak akan menyerah dalam menghadapi teror ini.
Menteri Kehakiman Gerald Darmanin melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) menyatakan, “Berbagai upaya dilakukan untuk mengintimidasi lembaga pemasyarakatan, mulai dari pembakaran kendaraan hingga tembakan senjata api otomatis.”
Lebih lanjut, Darmanin menegaskan bahwa pemerintah menyadari tantangan besar yang dihadapi dalam memerangi perdagangan narkoba.
“Ia menegaskan Prancis menghadapi perdagangan narkoba dan mengambil tindakan yang secara serius akan mengganggu jaringan kriminal.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa serangan terhadap penjara mungkin terkait dengan upaya pemerintah dalam memberantas kejahatan terorganisir, khususnya yang melibatkan narkotika.
Gelombang serangan terhadap penjara-penjara di Prancis ini bukan hanya sekadar tindakan vandalisme. Pembakaran, coretan misterius, dan bahkan penembakan dengan senjata otomatis menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk mengintimidasi dan mengirimkan pesan.
Pertanyaan besar kini menggantung di udara: siapa dalang di balik serangkaian teror ini, dan apa sebenarnya pesan yang ingin mereka sampaikan dengan akronim ‘DDPF’ dan ‘DDFM’? Sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan intensif, ketegangan dan kewaspadaan meningkat di seluruh sistem pemasyarakatan Prancis, menghadapi ancaman yang tak terduga dari balik bayang-bayang.***














