NARASITODAY.COM – Di balik tembok kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto tak kenal lelah. Di tengah akhir pekan yang seharusnya menjadi waktu rehat, ia justru memanggil jajaran Badan Gizi Nasional untuk sebuah rapat penting.
Bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah simfoni percepatan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah orkestrasi yang ia yakini sebagai investasi emas bagi masa depan bangsa.
“Pada intinya dua hari yang lalu Presiden telepon terkait dengan progres tentang makan bergizi. Kemudian kami sampaikan, dan beliau bertanya terkait dengan target-target yang ingin dicapai,” ungkap Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menggambarkan betapa intensnya perhatian sang presiden.
Di bawah sorot mata Prabowo, Dadan memaparkan capaian hingga April 2025, sebuah angka yang cukup menggembirakan: 3,3 juta penerima manfaat telah merasakan dampak program ini. Namun, angka itu tak membuat Prabowo berpuas diri. Ia ingin lebih, jauh lebih banyak.
“Sehingga Insyaallah pertengahan Mei ini sudah bisa melayani kurang lebih, lebih dari 4 juta penerima manfaat,” lanjut Dadan, mengisyaratkan gelombang pelayanan baru yang akan segera tiba.
Namun, bukan hanya soal angka yang menjadi fokus Prabowo. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan kecermatan, sebuah pesan yang diulang-ulang bak mantra. “Pak Presiden tadi mengarahkan kepada kami agar kami tetap semangat untuk berkarya, bekerja lebih teliti, lebih cermat. Karena ini adalah program strategik, program untuk investasi SDM masa depan dan ini sangat riskan dengan hal-hal yang akan terjadi di lapangan,” ujar Dadan, menggambarkan betapa Prabowo sangat memperhatikan detail.
Motivasi pun ia tebarkan, khususnya bagi para petugas di lapangan, para pahlawan tanpa tanda jasa yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka adalah garda terdepan, ujung tombak yang menentukan keberhasilan program ini.
Target pun dipatok tinggi, bahkan sangat tinggi. “Sejauh ini sesuai dengan target, karena sebetulnya target kami kan dulu sampai April itu kita melayani 3 juta. Nah itu Alhamdulillah sudah tercapai, nanti dari bulan Mei sampai Agustus kita akan melayani 6 juta. Dan kita sedang mengejar itu, sehingga nanti kami berharap di akhir Mei atau awal Juni penerima manfaat sudah mencapai 6 juta,” papar Dadan, menunjukkan optimisme yang membara.
Tak berhenti di situ, setelah pendidikan SPPI batch 3 rampung, pelayanan akan dipercepat, menargetkan lebih dari 20 juta penerima manfaat pada akhir Agustus 2025. Sebuah angka fantastis, sebuah mimpi besar yang ingin diwujudkan.
“Insyaallah, mudah-mudahan semua tadi para pejabat dan pegawai Badan Gizi semangat, tambah semangat. Para SPPI juga tambah semangat, tambah patriotik sehingga kita bisa bekerja lebih semangat dan juga lebih cepat, lebih cermat dan target kita adalah zero accident. Tidak ada kejadian keracunan di lapangan,” pungkas Dadan, menutup rapat dengan harapan dan doa.
Di Hambalang, di tengah heningnya akhir pekan, sebuah gerakan besar sedang dipersiapkan. Sebuah gerakan untuk memberi makan, bukan hanya perut, tetapi juga harapan dan masa depan bangsa.***













