Warga Amerika Serikat Ramai-ramai Ajukan Visa Jangka Panjang ke Prancis Pasca Pilpres 2024

0
Warga Amerika Serikat Ramai-ramai Ajukan Visa Jangka Panjang ke Prancis Pasca Pilpres 2024

NARASITODAY.COM – Setelah terpilih kembali pada November 2024, Presiden Donald Trump memicu gelombang minat warga Amerika Serikat untuk pindah ke luar negeri. Kekhawatiran atas perubahan kebijakan sosial dan hak sipil mendorong banyak individu mencari alternatif tempat tinggal di Eropa.

Menurut data dari Immigration Advice Service, permohonan paspor Irlandia melonjak hingga 358% setelah pengangkatan pejabat imigrasi yang kontroversial pada Desember 2024. Pada Januari dan Februari 2025, rata-rata permohonan bulanan mencapai hampir 4.300, meningkat sekitar 60% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Prancis, permintaan visa jangka panjang dari warga AS mencapai 2.383 dalam tiga bulan pertama tahun 2025, dibandingkan dengan total 1.980 pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, aplikasi untuk paspor Inggris dalam tiga bulan terakhir tahun 2024 mencapai rekor tertinggi dalam dua dekade terakhir, dengan 1.708 aplikasi yang diajukan.

Baca Juga :  IMF Pantau Ketat Gejolak Timur Tengah, Nilai Dampak Ekonomi Global Masih Terlalu Dini

Banyak warga Amerika yang memutuskan untuk pindah ke luar negeri, seperti Wendy Newman, seorang fotografer berusia 57 tahun, yang pindah ke London bersama suaminya pada tahun 2022 sebagian karena meningkatnya polarisasi politik di negara asalnya.

Dia merasa hak-haknya lebih terjamin di Inggris, tempat dia ingin tinggal secara permanen. Dia berharap putrinya, yang masih tinggal di AS tetapi mendaftar kuliah di Inggris, juga bisa pindah.

“Kami merasa terlalu banyak risiko baginya untuk tinggal di sana,” kata Newman, yang khawatir akan pembatasan hak reproduksi perempuan di AS dan apa yang dia gambarkan sebagai “kecenderungan misoginis” Trump.

Baca Juga :  Sup Ayam Kukus Jahe: Solusi Hangat untuk Mengatasi Sakit dengan Rasa Lezat

Perusahaan relokasi, seperti Blaxit, yang membantu warga Amerika kulit hitam pindah ke luar negeri, melaporkan lonjakan lebih dari 50% dalam lalu lintas situsnya setelah pemilihan.

Pendiri Blaxit, Chrishan Wright, yang berasal dari New York, pindah ke Portugal dua tahun lalu dan mengatakan Trump yang kembali ke Gedung Putih meyakinkannya bahwa dia telah membuat keputusan yang tepat.

Menurut jajak pendapat oleh Edison Research, Trump hanya memenangkan 13% pemilih kulit hitam pada bulan November, 1 poin persentase lebih tinggi dari tahun 2020, sementara Kamala Harris memperoleh 86%.

Baca Juga :  Konflik Memuncak di Iran dan Wilayah Sekitarnya, Pasar Global Geger

Meskipun minat untuk pindah ke luar negeri meningkat, tantangan seperti pekerjaan, pajak yang lebih rendah di Uni Eropa, dan visa terbatas menjadi hambatan bagi sebagian besar warga Amerika. Namun, bagi mereka yang merasa hak-haknya terancam, pindah ke luar negeri menjadi pilihan yang semakin menarik.

Dengan meningkatnya minat untuk pindah ke luar negeri, negara-negara Eropa kini menjadi tujuan utama bagi warga Amerika yang mencari keamanan dan stabilitas politik.

Perubahan kebijakan di AS telah mendorong banyak individu untuk mempertimbangkan kembali tempat tinggal mereka, dengan Eropa menawarkan alternatif yang lebih sesuai dengan nilai-nilai dan harapan mereka.***