Serangan Militer India Tewaskan 3 Warga Sipil di Kashmir, Pakistan Berjanji Akan Membalas

0
Serangan Militer India Tewaskan 3 Warga Sipil di Kashmir, Pakistan Berjanji Akan Membalas

NARASITODAY.COM – Suara ledakan tiba-tiba memecah keheningan pagi di kota Srinagar, Rabu (7/5/2025), hanya berselang beberapa saat setelah pemerintah India mengumumkan serangan militer terhadap Pakistan. Dentuman itu tak hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga menjadi simbol nyata dari ketegangan yang terus membara di wilayah sengketa Kashmir.

Seorang saksi mata yang berbicara kepada CNN International mengaku belum mengetahui pasti sumber ledakan tersebut. Namun, menurut laporan The Economic Times, lalu lalang jet tempur di atas langit Kashmir terdengar terus-menerus hingga berita ini diturunkan.

Baca Juga :  Kim Jong Un Saksikan Uji Coba Roket Ganda Korea Utara di Tengah Latihan Militer AS-Korsel

“Rumah kami terguncang dengan aktivitas di udara ini,” ujar seorang warga dari kawasan Peerbagh, yang letaknya tak jauh dari bandara utama di Srinagar.

Srinagar kota terbesar di wilayah Kashmir yang dikelola oleh India kini kembali menjadi pusat perhatian dunia, setelah laporan ini muncul di tengah memanasnya hubungan bilateral India dan Pakistan. Eskalasi konflik dipicu oleh insiden pembantaian terhadap wisatawan di Kashmir India yang memantik respons keras dari New Delhi.

Baca Juga :  Kue Hunkwe Santan Cokelat, Kombinasi Sempurna Antara Santan Gurih dan Cokelat Lezat

Sebagai dua negara yang telah lama berseteru soal status Kashmir, baik India maupun Pakistan mengklaim wilayah itu secara penuh, meski masing-masing hanya menguasai sebagian. Tak heran, kawasan ini disebut sebagai salah satu zona paling termiliterisasi di dunia.

Baca Juga :  Polemik Harga Plastik, Menkeu Purbaya Sebut Belum Ada Komunikasi dengan Menperin

Serangan yang dilakukan India pada Rabu menjadi langkah militer paling mencolok sejak 2019, ketika Angkatan Udara India menggempur sejumlah sasaran di dalam wilayah Pakistan.

Kini, dengan suara jet tempur masih menggema di atas langit dan masyarakat sipil yang cemas di bawahnya, pertanyaan besar pun muncul: akankah konflik ini kembali menyeret kawasan ke dalam pusaran perang yang lebih besar? ***