Restrukturisasi Google Terus Berlanjut, Ratusan Pekerja Terimbas PHK Tahun 2025

0
Ilustrasi Google

NARASITODAY.COM – Di balik dominasi Google sebagai raksasa teknologi dunia, ada gelombang perubahan besar yang kini mulai terasa dampaknya bagi para karyawan. Sekitar 200 pekerja di seluruh divisi global, terutama pada sektor penjualan dan kemitraan, resmi diberhentikan.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini bukan kali pertama tetapi bagian dari transformasi jangka panjang yang tengah digerakkan perusahaan demi menyambut era kecerdasan buatan.

Langkah ini diumumkan oleh manajemen Google dalam pernyataan resmi pada Kamis (8/5/2025), sebagai bagian dari strategi baru perusahaan untuk mengalihkan prioritas dan anggaran ke pengembangan pusat data dan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Google membuat sejumlah kecil perubahan di seluruh tim untuk mendorong kolaborasi yang lebih besar dan memperluas kemampuan kami untuk melayani pelanggan kami dengan cepat dan efektif,” demikian penjelasan resmi pihak Google.

Baca Juga :  5 Kekurangan Apple Maps yang Membuat Google Maps Lebih Dipilih Pengguna

Meski disebut sebagai “perubahan kecil”, kenyataannya ini adalah potongan lain dari rangkaian panjang restrukturisasi yang dimulai sejak tahun lalu. Pada April 2025, Google juga telah memangkas ratusan karyawan dari unit platform dan perangkat termasuk divisi yang bertanggung jawab atas sistem operasi Android, ponsel Pixel, hingga peramban Chrome.

Keputusan PHK ini menandai respons perusahaan terhadap arah baru industri teknologi global. Dalam lanskap yang kian kompetitif, raksasa digital berlomba memperkuat kapabilitas AI mereka. Dan dalam perlombaan itu, sumber daya pun dialihkan, sementara sektor-sektor yang dinilai kurang strategis perlahan mengalami pengurangan.

Baca Juga :  Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Gunung Salak Endah Pamijahan

Google bukan satu-satunya pemain yang melakukan efisiensi. Alphabet, induk perusahaannya, pada Januari 2023 telah memangkas 12.000 pekerja atau sekitar 6% dari total tenaga kerja global. Hingga akhir Desember 2024, Alphabet tercatat mempekerjakan lebih dari 183.000 orang di seluruh dunia.

Gelombang PHK juga mengguncang raksasa teknologi lainnya:

Meta, induk dari Facebook, memberhentikan sekitar 5% karyawan pada Januari 2025, sebagian besar dari kelompok dengan performa terendah.

Microsoft, pada September 2024, mengurangi 650 karyawan dari divisi Xbox.

Amazon dan Apple pun tak luput dengan Amazon memangkas tim di beberapa unit termasuk komunikasi, dan Apple melepas sekitar 100 karyawan dari sektor layanan digital.

Baca Juga :  Jangan Terjebak Angka: 5 Alasan untuk Tidak Terlalu Memikirkan ‘Likes’ di Media Sosial

Langkah-langkah ini mencerminkan pergeseran mendalam dalam industri teknologi global. Kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tambahan fitur, melainkan poros utama masa depan bisnis. Otomatisasi, efisiensi, dan teknologi prediktif menjadi senjata utama untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dinamika konsumen.

Namun, di balik strategi itu, ada potret lain: karyawan yang kehilangan pekerjaan, tim yang harus direstrukturisasi, dan budaya perusahaan yang perlahan bergeser. Dunia kerja di sektor teknologi sedang mengalami metamorfosis, dan mereka yang bertahan adalah yang bisa beradaptasi dengan cepat terhadap realitas baru ini.***