Proyek Pemasangan Pipa Air Bersih di Jalan Raya Bogor Picu Kemacetan Parah

0
Proyek Pemasangan Pipa Air Bersih di Jalan Raya Bogor Picu Kemacetan Parah

NARASITODAY.COM – Di balik ambisi meningkatkan pelayanan air bersih untuk warga Jakarta dan sekitarnya, ada realitas yang membuat sebagian pengguna jalan mengelus dada. Jalan Raya Bogor, tepatnya setelah kawasan Pasar Rebo, kini berubah menjadi arena kesabaran.

Proyek pemasangan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sudah berlangsung sejak Januari, tak kunjung rampung, meninggalkan antrean kendaraan yang mengular setiap hari.

Pantauan pada Jumat malam (9/5/2025), kemacetan mulai terasa bahkan sebelum lampu merah Mal Cijantung. Di sepanjang bahu jalan, papan pengumuman berdiri tegak: “Hati-Hati Ada Pekerjaan Pemasangan Air Bersih untuk Peningkatan Pelayanan.” Namun, yang terlihat justru antrean kendaraan yang nyaris tak bergerak.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tanamkan Wawasan Kebangsaan Di Kalangan Generasi Muda

Di lajur kanan arah Cibubur, pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa memelankan laju kendaraan mereka, menghindari titik-titik galian yang tampak seperti parit terbuka. Salah satu lokasi yang cukup krusial adalah dekat Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), di mana kendaraan Transjakarta yang masuk dan keluar dari Pool Cijantung menambah kompleksitas lalu lintas.

Kemacetan juga berlanjut hingga ke tikungan Jalan Suci. Di sana, kendaraan saling berebut ruang, enggan mengalah demi menghindari keterlambatan yang lebih parah. Dalam kondisi tersebut, butuh waktu lebih dari 10 menit hanya untuk melintasi jarak sekitar satu kilometer. Setidaknya, terdapat lima titik galian yang tampak aktif sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga :  Cara Membuat Tongseng Ayam yang Enak dan Gurih dalam 30 Menit

“Selama pekerjaan berlangsung, akan terjadi pengurangan lajur atau lebar jalan sepanjang area kerja, namun akan dilakukan penutupan pelat dek secara situasional ketika lalu lintas padat,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, dalam keterangan tertulis tertanggal 17 Januari 2025.

Syafrin juga merinci tahapan pengerjaan yang dilakukan bertahap, dimulai dari penyambungan pit 4 ke pit 5 sejak 18 Januari, dan rencananya selesai dengan tahap finishing pada 11 April 2025. Namun kini, sudah memasuki bulan Mei, dan sejumlah titik pengerjaan masih terlihat aktif.

Baca Juga :  Hindari Blind Buy! 5 Cara Cerdas Membeli Parfum Online

Pemerintah sendiri telah menetapkan rekayasa lalu lintas di sisi timur Jalan Raya Bogor sebagai bentuk penanggulangan dampak. Namun, bagi warga yang melewati jalur itu setiap hari, rekayasa belum sepenuhnya memecahkan persoalan.

“Mohon maaf atas gangguan lalu lintas selama proyek berlangsung,” tertulis dalam papan permohonan di lokasi. Meski demikian, permintaan maaf itu tak selalu mampu meredam frustrasi pengguna jalan yang setiap hari harus berjibaku di tengah kemacetan.***