NARASITODAY.COM – Minum teh sebelum tidur mungkin terdengar seperti kebiasaan yang menenangkan dan menyenangkan bagi sebagian orang. Aromanya yang harum dan sensasi hangatnya sering dijadikan ritual santai untuk mengakhiri hari yang melelahkan.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, kebiasaan ini ternyata bisa membawa sejumlah efek negatif yang berpotensi mengganggu kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kandungan zat aktif dalam teh, terutama kafein dan tanin, dapat memengaruhi proses alami tubuh dalam bersiap untuk beristirahat. Berikut ini lima efek buruk yang perlu diwaspadai jika kamu sering minum teh menjelang waktu tidur.
1. Sulit Tidur atau Insomnia
Salah satu efek yang paling umum terjadi adalah kesulitan untuk terlelap. Teh mengandung kafein, yaitu zat stimulan yang dapat memblokir kerja adenosin senyawa dalam otak yang bertugas memicu rasa kantuk dan membantu tubuh rileks. Setelah mengonsumsi teh, efek stimulan dari kafein biasanya mulai terasa dalam waktu sekitar 30 menit dan bisa bertahan hingga lima jam atau lebih.
Kondisi ini membuat sistem saraf tetap aktif, sehingga kamu akan mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak dan terjaga di malam hari. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko mengalami gangguan tidur jangka panjang semakin besar.
2. Meningkatkan Kecemasan dan Kegelisahan
Kafein tidak hanya berperan sebagai stimulan, tapi juga dapat memperburuk kondisi kecemasan dan kegelisahan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap gangguan kecemasan.
Konsumsi teh sebelum tidur bisa membuat detak jantung menjadi lebih cepat, otot-otot tegang, dan pikiran menjadi gelisah. Akibatnya, kamu akan sulit merasa rileks dan tenang, yang justru bertolak belakang dengan tujuan minum teh sebagai cara menenangkan diri sebelum tidur.
3. Sering Buang Air Kecil di Malam Hari
Teh memiliki sifat diuretik, yaitu zat yang merangsang ginjal untuk memproduksi urin lebih banyak. Mengonsumsi teh sebelum tidur bisa membuat kamu lebih sering terbangun di malam hari karena harus ke kamar mandi.
Gangguan ini tidak hanya memecah siklus tidur yang seharusnya kontinu, tetapi juga mengurangi jumlah waktu tidur yang efektif. Bangun berkali-kali di malam hari berpotensi membuat tubuh menjadi kelelahan dan kurang segar saat pagi hari.
4. Gangguan Pencernaan dan Refluks Asam
Selain kafein, teh juga dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan, yang bisa memicu gangguan pencernaan seperti refluks asam dan nyeri ulu hati.
Bagi sebagian orang yang sensitif, efek ini bisa sangat mengganggu kenyamanan saat berbaring di malam hari dan memperburuk kualitas tidur. Rasa panas dan tidak nyaman akibat naiknya asam lambung bisa membuat kamu terjaga dan kesulitan kembali tidur.
5. Penurunan Penyerapan Nutrisi Penting
Selain efek langsung pada tidur dan pencernaan, senyawa tanin yang terkandung dalam teh juga dapat mengganggu penyerapan beberapa nutrisi penting, terutama zat besi non-heme yang berasal dari sumber nabati. Tanin memiliki kemampuan untuk mengikat zat besi sehingga menyulitkan tubuh untuk menyerapnya secara optimal.
Jika kebiasaan minum teh sebelum tidur dilakukan secara rutin tanpa jeda, risiko defisiensi zat besi meningkat dan dapat berujung pada masalah kesehatan seperti anemia, yang menyebabkan kelelahan, lemas, dan penurunan fungsi tubuh secara umum.
Melihat berbagai dampak negatif tersebut, ada baiknya kamu mempertimbangkan waktu konsumsi teh, terutama jika kamu sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah tidur.
Mengganti teh dengan minuman bebas kafein, seperti air hangat atau teh herbal yang tidak mengandung kafein, bisa menjadi alternatif sehat untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Ingat, tidur yang berkualitas adalah fondasi utama untuk menjaga stamina, konsentrasi, dan kesejahteraan fisik maupun mental di hari berikutnya.***














