Lima Pasien Keracunan di Bogor Membaik, Satu Dirujuk ke RSUD Leuwiliang

0
Ilustrasi selang infus

NARASITODAY.COM – Sebanyak delapan anggota keluarga di Kampung Cikadu, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan buatan sendiri pada Senin (9/6/2025) malam.

Peristiwa ini pertama kali diketahui ketika seluruh anggota keluarga mengalami gejala seperti mual, muntah, lemas, dan diare secara bersamaan.

Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Leuwisadeng untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  20 Orang Diselamatkan dari Banjir di New South Wales, Sydney Dilanda Hujan Deras

Kepala Puskesmas Leuwisadeng, dr. Firda, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan delapan orang yang diduga mengalami keracunan itu mengalami mual dan muntah-muntah hingga harus mendapatkan perawatan medis.

“Pada hari Senin, 9 Juni 2025, kami menerima delapan pasien yang datang dengan keluhan muntah-muntah dan diare. Dugaan sementara, mereka mengalami keracunan makanan,” ujar dr. Firda, Selasa (10/6/2025).

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Namun, salah satu makanan yang dicurigai adalah tempe yang dikonsumsi keluarga tersebut.

Baca Juga :  Buktikan! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Dapat Meningkatkan Inner Beauty Anda Secara Signifikan!

“Dari delapan orang yang datang, satu langsung diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil, satu dirujuk ke RSUD Leuwiliang, dan sisanya kami rawat di Puskesmas,” jelasnya.

Namun, kondisi salah satu pasien yang awalnya dirawat di puskesmas memburuk sehingga turut dirujuk ke rumah sakit pada malam harinya.

Baca Juga :  Tari Jaipong Meriahkan Peringatan HPN 2026 dan HUT PWI ke-80 sebagai Wujud Dukungan pada Kreativitas Seni

“Saat ini, lima orang lainnya yang masih dirawat kondisinya sudah membaik. Tidak ada keluhan berarti, tapi tetap kami observasi lebih lanjut,” tambahnya.

Diketahui, korban keracunan terdiri dari delapan orang dalam satu keluarga, dengan komposisi empat laki-laki dan empat perempuan, yang mencakup dewasa dan anak-anak.***