NATASITODAY.COM – Pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang-Rancabungur direspon positif oleh masyarakat Bogor Barat.
Proyek infrastruktur ini dinilai dapat mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di wilayah tersebut sekaligus menarik minat investor.
Salah satu warga Cigudeg, Nurdin Ruhendi, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalan alternatif tersebut.
“Sebagai warga Cigudeg saya sangat mendukung langkah Pemkab Bogor dalam membangun jalan alternatif ini. Kemacetan dari Dramaga hingga Leuwiliang sangat menyita waktu,” ujarnya, kemarin.
Nurdin yang setiap hari melintasi jalur Dramaga menuju Cibinong mengaku banyak waktu terbuang akibat kemacetan.
Ia berharap jalan baru tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memangkas waktu tempuh.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah memperhatikan hak masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan.
“Jangan sampai ada warga yang dirugikan. Harus direncanakan secara hati-hati dan berkelanjutan,” tegasnya.
Senada, warga Leuwiliang, Telly Trenggana menilai pembangunan jalan tersebut dapat membuka peluang investasi di Bogor Barat yang selama ini terhambat persoalan kemacetan.
“Jalur alternatif ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Jika akses lancar, pertumbuhan ekonomi daerah pun akan ikut terdorong,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang- Rancabungur pada tahun 2025.
Dana tersebut terdiri dari Rp40 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp10 miliar untuk tahap pembersihan lahan (land clearing).
Jalan tersebut rencananya dibangun sepanjang 10 kilometer dengan lebar 30 meter.
Pembangunan akan melintasi enam desa, yakni Desa Cibeber 1, Karehkel, Leuwiliang, Cijujung, Ciaruteun Ilir, hingga Desa Ciampea.***














