Dua Desa di Nanggung Lestarikan Adat Seren Taun dan Ngalokat Cai di Apresiasi Camat

0
Kirab Bendera
Camat Nanggung Ae Saepuloh, foto dok : Andres

NARASITODAY.COM- Dua desa di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yakni Desa Bantarkaret dan Desa Malasari terus melestarikan tradisi adat dan budaya lokal.

Camat Nanggung, Ae Saepuloh, mengapresiasi komitmen masyarakat di dua desa tersebut yang masih konsisten menjaga warisan budaya leluhur.

Menurut Ae, dua tradisi yang masih dijaga dan rutin digelar adalah Seren Taun di Desa Malasari dan Ngalokat Cai oleh Masyarakat Kasepuhan Jatake Nutug di Desa Bantarkaret.

Baca Juga :  Creamy Melon Sago, Minuman Dingin yang Pas untuk Menyegarkan Hari Panas

“Memang masih ada yang memegang adat-istiadat budaya, kalau di Malasari Seren Taun, kalau di Bantarkaret, Jatake Nutug itu Ngalokat Cai. Itulah budaya kebiasaan dan saya melihatnya positif,” ujar Ae kepada Wartawan, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga :  Kepala Desa Hambaro Desak Pemkab Bogor Perbaiki TPT Sungai Cimapag

Ae juga menyoroti keberadaan Masyarakat Kasepuhan Jatake Nutug yang hingga kini belum mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah daerah.

Ia menyatakan pihak kecamatan akan mendorong agar komunitas adat tersebut mendapat pengakuan yang layak.

“Kita dorong itu untuk mendapatkan pengakuan. Nilai-nilai budaya yang positif harus dipertahankan,” tegasnya.

Sebelumnya, tradisi Seren Taun di Kasepuhan Malasari telah sukses digelar pada 26-27 Juni 2025.

Baca Juga :  Hemat Energi dan Uang! 5 Pendekatan Sederhana Menghemat Listrik di Kamar Kos

Acara tersebut merupakan upacara adat panen padi sebagai wujud syukur masyarakat Sunda yang dilaksanakan setahun sekali.

Sementara itu, Masyarakat Kasepuhan Jatake Nutug di Desa Bantarkaret juga akan menggelar upacara Seren Taun serupa pada 16 Juli 2025 mendatang.