Dari Artis Senior ke Sosok Inspiratif, Putri Patricia Ungkap Filosofi Hidup Matang

0
Dari Artis Senior ke Sosok Inspiratif, Putri Patricia Ungkap Filosofi Hidup Matang

NARASITODAY.COM – Aktris senior Putri Patricia berbagi pandangannya tentang kehidupan di usia matang, termasuk rencana masa tua dan pentingnya bersikap realistis terhadap kenyataan hidup. Dalam sebuah wawancara di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mempertimbangkan untuk menghabiskan masa tua di panti jompo.

“Kalau ditanya kepikiran (untuk habiskan masa tua di panti jompo), masih. Karena itu back up plan saya, karena saya tidak mau merepotkan orang lain,” ujar Putri Patricia, jujur.

Baca Juga :  Warga Geram di Cuekin Pemkab Bogor Jalan Abdul Fatah Ciampea -Tenjolaya Rusak Parah

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang panti jompo secara negatif, padahal tempat tersebut bisa menjadi pilihan yang layak dan bermartabat bagi para lansia.

“Kalian harus mengeluarkan pikiran negatif tentang panti jompo,” tegasnya.

Putri bahkan menambahkan bahwa jika ditelusuri lebih jauh, banyak panti jompo yang menawarkan fasilitas berkualitas tinggi dan pelayanan yang sangat baik.

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-36, Chef Puput Carolina Resmi Pindah Haluan Jadi DJ Profesional dan Dirikan Sekolah DJ

“If you do your own research, tempat jompo itu perbulan mahal dan itu bagus banget,” katanya.

Lingkaran Sosial yang Mengecil dan Pilihan Hidup yang Lebih Bermakna

Di usia 45 tahun, Putri juga mencermati perubahan dalam kehidupan sosialnya. Ia mengaku kini lebih selektif dalam menjaga hubungan pertemanan, hanya mempertahankan koneksi dengan orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama dengannya.

“Lingkup pertemanan pun makin kesini makin berkurang, cukup yang satu frekuensi aja,” ucapnya.

Baca Juga :  Nostalgia 90-an! Doodle Ulang Tahun Google Tampilkan Logo Pertama yang Legendaris

Ulang Tahun Tanpa Kado, Tapi Penuh Arti

Dalam merayakan momen-momen spesial seperti ulang tahun dan Natal, Putri memilih pendekatan yang lebih bermakna. Ia tak lagi mengharapkan hadiah, melainkan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk berdonasi ke tempat yang membutuhkan.

“Saya sudah beberapa tahun kalau ulang tahun atau natal gak perlu kasih kado, kalau mau mending sumbang ke shelter aja,” pungkasnya.***