TPT Sungai Ciapus Longsor, Empat Rumah Warga di Ciherang Rusak

0
TPT Sungai Ciapus
Tampak TPT di Sungai Ciapus Longsor, Foto (Andres/Narasitoday.com).

NARASITODAY.COM, BOGOR – Tembok Penahan Tebing (TPT) Sungai Ciapus yang berada di Kampung Ciherang Gede, RT 01/01, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami longsor pada Senin (5/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa longsor menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius. Salah satu warga terdampak, Yayah, mengungkapkan longsor terjadi saat dirinya sedang melaksanakan salat Isya. Ia mendengar suara retakan diiringi suara longsoran yang cukup keras.

Baca Juga :  Maraknya Aksi Pencurian di Kampung Cemplang, Warga Resah

“Beruntung rumah tidak sampai ambruk terbawa longsor ke sungai Ciapus, hanya tembok kamar dan dapur yang mengalami retak,” ujarnya, Selasa (6/8/2025).

Yayah menambahkan bahwa hampir seluruh dinding rumahnya kini retak dan dalam kondisi rawan roboh. Meski demikian, karena keterbatasan ekonomi, ia dan keluarganya tetap tinggal di rumah tersebut.

Ia menyebut, longsor kali ini merupakan yang ketiga kalinya, dan yang terparah selama ia tinggal di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Leuwiliang, Ribuan Rumah Padam Listrik

Selain rumah Yayah, tiga rumah warga lainnya milik Icih, Warsih, dan Nata juga mengalami kerusakan serupa. Dinding rumah mereka retak dan terancam ikut terbawa longsor jika tidak segera ditangani.

“Saya minta pemerintah Kabupaten Bogor secepatnya memperbaiki TPT dan rumah warga yang rusak. Kalau tidak cepat diperbaiki, dikhawatirkan semua rumah akan terbawa longsor,” katanya.

Baca Juga :  Asik, 61 KPM Di Desa Ciherang Diguyur Duit BLT DD

Kepala Desa Ciherang, Suherwin, membenarkan adanya bencana tersebut dan menyatakan bahwa pihak desa sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Longsor TPT ini cukup besar, dengan tinggi sekitar empat meter dan lebar mencapai 70 meter. Sudah ditinjau oleh pihak Kecamatan dan Tim BPBD Kabupaten Bogor, dan kami berharap segera ada solusi dari pemerintah,” tegasnya.***