
NARASITODAY.COM – Fenomena pengibaran bendera bajak laut khas manga One Piece di Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan kembali menarik perhatian media internasional. Media Inggris BBC menyoroti tren ini dalam artikel berjudul “How a cartoon skull became a symbol of defiance in Indonesia.”
BBC melaporkan bahwa bendera Jolly Roger, simbol bajak laut yang diasosiasikan dengan kelompok Topi Jerami dalam serial One Piece, mulai terlihat di berbagai wilayah Indonesia sejak akhir Juli 2025. Bendera tersebut dipasang di pintu rumah, bagian belakang kendaraan, hingga dilukis di tembok.
“Namun pada Juli, lambang-lambang ini mulai bermunculan di seluruh Indonesia… Bagi banyak orang, lambang-lambang ini merupakan respons terhadap seruan Presiden Prabowo Subianto agar rakyat mengibarkan bendera Merah Putih menjelang Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus,” tulis BBC, dikutip Jumat (8/8/2025).
“Sebaliknya, sejumlah warga memilih mengibarkan bendera bajak laut sebagai simbol ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang dinilai semakin terpusat,” lanjut laporan tersebut.
Serial One Piece, karya mangaka Eiichiro Oda yang pertama kali terbit pada 1997, merupakan salah satu waralaba terpopuler di dunia. Manga ini telah terjual lebih dari 520 juta kopi dan memiliki lebih dari 1.100 episode dalam versi televisi, serta basis penggemar yang besar di Indonesia.
“Sebagaimana para bajak laut dalam serial ini mengibarkan Jolly Roger sebagai simbol kebebasan, sejumlah warga Indonesia menganggap pengibaran bendera ini sebagai ekspresi bahwa mereka mencintai negaranya, tetapi tidak selalu setuju dengan kebijakan pemerintah,” tulis BBC.
Selain BBC, media asing lain seperti Malay Mail dan South China Morning Post (SCMP) juga menyoroti fenomena ini. Malay Mail menerbitkan artikel berjudul “In Indonesia, truckers have turned ‘One Piece’ Straw Hat Pirates flag into a protest symbol ahead of Independence Day”, yang menggambarkan penggunaan bendera tersebut oleh sopir truk sebagai bentuk protes terhadap kebijakan over dimension over loading (ODOL).
“Pengibaran bendera Indonesia telah menjadi tradisi sopir truk selama bulan kemerdekaan. Namun kini, mereka menggantinya dengan bendera One Piece sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah,” tulis Malay Mail, Rabu (6/8/2025).
SCMP juga mengangkat isu serupa dalam artikel “Indonesians fly anime pirate flag in Independence Day protest”, menyebut bendera tersebut sebagai simbol “semangat perlawanan terhadap ketidakadilan” yang masih dirasakan oleh kalangan pekerja bawah.
Di dalam negeri, aksi ini memicu perdebatan. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa pengibaran bendera bajak laut merupakan bentuk kebebasan berekspresi, selama tidak melanggar konstitusi.
Namun, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk melarang penggunaan simbol tersebut jika dianggap menyinggung simbol negara.
“Jika dikibarkan berdampingan dengan bendera nasional atau digunakan dalam konteks provokatif, itu bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum atau bahkan penghasutan,” ujar Pigai.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com












