5 Hewan Laut Penghancur Karang, Tidak Semua yang Cantik Itu Baik

0
karang
Ilustrasi Taman karang yang subur.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Terumbu karang merupakan keajaiban alam yang menjadi rumah bagi beragam makhluk laut dan pusat kehidupan ekosistem laut. Namun, beberapa hewan laut yang tampak cantik dan menarik justru menjadi ancaman serius bagi kelestarian karang.

Mereka secara diam-diam bisa merusak dan menghancurkan terumbu karang, mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Berikut adalah lima hewan laut penghancur karang yang perlu kita waspadai.

1. Bintang Laut Mahkota Duri (Crown-of-thorns Starfish)

Ilustrasi Bintang Laut Mahkota Duri

Dengan tubuh penuh duri beracun, bintang laut mahkota duri sering dianggap sebagai predator paling berbahaya bagi karang. Hewan ini memakan jaringan karang hidup dengan cara mencernanya di luar tubuhnya. Dalam jumlah banyak, bintang laut ini dapat melahap karang seluas hektaran dan menyebabkan kerusakan besar dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Cegah Kebusukan! 5 Tips Perawatan Tanaman Selama Musim Hujan

2. Ikan Pemicu (Triggerfish)

Ilustrasi Triggerfish
Ilustrasi Triggerfish.(Foto : Istock)

Ikan pemicu memiliki gigi kuat yang digunakan untuk memecahkan cangkang makhluk kecil yang hidup di karang. Saat berburu, ikan ini membongkar dan merusak struktur karang demi mencari makanan. Aktivitasnya yang mengaduk pasir sekitar juga membuat karang tertutup sedimen, menghambat fotosintesis alga yang penting bagi karang.

3. Ikan Kakatua (Parrotfish)

Ilustrasi Parrotfish
Ilustrasi Parrotfish.(Foto : Istock)

Ikan kakatua terkenal dengan giginya yang mirip paruh burung. Mereka menggigit karang untuk mengikis alga yang melekat, namun juga secara tidak langsung mengikis jaringan karang itu sendiri. Meskipun berperan dalam menjaga kebersihan karang, populasi berlebih ikan ini dapat memperlambat pertumbuhan karang karena gigitan berulang yang merusak permukaannya.

Baca Juga :  Fokusmaker Usung Dery Jadi Calon Ketua PK KNPI Jasinga, Langkah Politik Anak Muda Makin Hidup

4. Siput Laut Drupella

Ilustrasi Siput Laut Drupella
Ilustrasi Siput Laut Drupella.(Foto : animalia.bio)

Ukuran kecil tetapi berbahaya, siput Drupella memakan jaringan karang dengan mulut seperti bornya. Kerusakan akibat siput ini sulit dideteksi karena dia merusak karang sedikit demi sedikit namun sistematis, yang dapat menyebabkan kematian koloni karang jika populasinya tidak terkendali.

5. Cacing Pemakan Karang (Polychaeta dan Cacing Pipih)

Ilustrasi Polychaeta
Ilustrasi Polychaeta.(Foto : Istock)

Cacing-kecil ini menyusup ke dalam jaringan karang dan memakannya dari dalam. Meski tak terlihat jelas dari luar, mereka menyebabkan jaringan karang rapuh, berlubang, dan mudah rusak. Infestasi cacing pemakan karang ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Baca Juga :  Memahami 5 Perbedaan Validasi dan Apresiasi untuk Hubungan yang Lebih Baik

Menjaga Kelestarian Terumbu Karang
Meski hewan-hewan ini adalah bagian dari rantai makanan laut, populasi mereka yang berlebihan akibat hilangnya predator alami dan perubahan lingkungan dapat menjadi ancaman serius. Upaya konservasi seperti pengendalian populasi bintang laut mahkota duri dan pelestarian lingkungan laut sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan mengenali ancaman dari hewan-hewan penghancur karang ini, kita dapat lebih waspada dan mendukung upaya pelestarian terumbu karang agar keindahannya tetap lestari bagi generasi mendatang.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com