
NARASITODAY.COM – Di tengah upaya pemerintah memperkuat konektivitas kawasan penyangga ibu kota, rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek menuju Bogor mulai menunjukkan titik terang. Jalur Dukuh Atas–Harjamukti yang saat ini menjadi tulang punggung mobilitas urban akan diperluas hingga menjangkau wilayah Bogor, Jawa Barat.
Pembangunan jalur baru ini dijadwalkan dimulai tahun depan. Selain mempercepat akses antarwilayah, proyek ini diharapkan mampu meredam kepadatan lalu lintas darat yang semakin meningkat di kawasan Jabodetabek.
- Dukungan Pemerintah dan Risiko yang Diantisipasi
Dalam Buku Nota Keuangan II Tahun Anggaran 2026, pemerintah menegaskan komitmennya terhadap proyek ini melalui jaminan pinjaman senilai Rp 23,42 triliun.
“Dalam rangka percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (Light Rail Transit/LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi sebagai amanat percepatan penyelenggaraan LRT Jabodebek, pemerintah telah menerbitkan satu surat Jaminan Pemerintah atas fasilitas pinjaman senilai Rp 23,42 triliun,” tulis dokumen tersebut, dikutip Minggu (24/8/2025).
Namun, di balik ambisi besar ini, terdapat risiko fiskal yang tak bisa diabaikan. Jika PT Kereta Api Indonesia (Persero) gagal memenuhi kewajiban finansial kepada sindikasi kreditur, maka pemerintah harus turun tangan menanggung pembayaran tersebut. Meski demikian, laporan keuangan menunjukkan bahwa kondisi KAI masih dalam kendali.
“Sejak beroperasi pada Agustus 2023 hingga Semester I tahun 2025, PT KAI telah memenuhi seluruh kewajiban keuangan kepada sindikasi kreditur,” terang dokumen tersebut.
- Risiko Gagal Bayar Masuk Kategori Rendah
Tingkat risiko gagal bayar KAI pada tahun 2025 dikategorikan sangat rendah. Hal ini berkat adanya skema mitigasi berupa bridging loan yang dirancang untuk menutup selisih antara pendapatan operasional LRT Jabodebek dan subsidi pemerintah. “Tingkat probabilitas risiko default PT KAI (Persero) pada 2025 masuk dalam kategori sangat rendah, mengingat telah tersedianya fasilitas mitigasi risiko dalam bentuk bridging loan PT KAI (Persero),” sebut laporan tersebut.
Selama Semester I 2025, LRT Jabodebek telah melayani lebih dari 13 juta penumpang, dengan rata-rata harian mencapai 61.511 orang. Pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 159,5 miliar angka yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi ini.
Dengan rencana ekspansi ke Bogor, LRT Jabodebek tak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga simbol transformasi transportasi publik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













