Presiden Prabowo Bekali Ribuan Guru Sekolah Rakyat, Titipkan Harapan Besar untuk Putus Rantai Kemiskinan

0
Badan Industri Mineral
Presiden Prabowo Bentuk Badan Industri Mineral, Fokus Kelola Logam Tanah Jarang untuk Pertahanan. Foto : ksp.go.id

NARASITODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada para guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat dalam kegiatan yang digelar di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Acara tersebut dihadiri oleh 154 kepala sekolah dan 2.221 guru dari seluruh Indonesia.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu dari lima program prioritas pemerintah yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.

“Anda memiliki tugas yang sangat mulia. Anda sedang menyiapkan tunas-tunas bangsa. Anda sedang dalam rangka upaya kita bersama memutus rantai kemiskinan. Saya titip mereka kepada para guru Sekolah Rakyat, Anda sudah diseleksi melalui program yang ketat,” tegas Prabowo, dikutip dari situs Kementerian PANRB, Senin (25/8/2025).

Presiden menekankan bahwa program ini adalah kerja kolektif untuk membangun kesejahteraan nasional.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, turut menyampaikan arahan kepada para pendidik Sekolah Rakyat agar menguasai tiga pola pikir utama: adaptif, sistemik, dan berorientasi pada dampak nyata.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dampingi KH.Ma’Ruf Amin Buka Ijtima Ulama dan PKU Angkatan 19

“Dengan memiliki tiga pola pikir yang progresif ini, diikuti dengan landasan hak dan kewajiban yang jelas serta pembinaan karier yang terarah, guru dan kepala sekolah di Sekolah Rakyat menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi emas Indonesia,” ujar Rini.

Ia menjelaskan bahwa pola pikir adaptif diperlukan agar guru mampu menghadapi perubahan kurikulum, teknologi pembelajaran, dan karakter peserta didik. Guru juga diharapkan berani mencoba metode baru dan memanfaatkan teknologi digital.

Pola pikir sistemik, lanjut Rini, memungkinkan guru melihat keterkaitan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan kebijakan nasional, sehingga mendorong kolaborasi lintas sektor.

Sementara pola pikir berorientasi pada dampak nyata menuntut guru untuk memastikan proses belajar mengajar memberikan manfaat konkret bagi pengembangan karakter dan masa depan siswa.

Guru-guru di Sekolah Rakyat memastikan bahwa setiap proses belajar mengajar dapat memberikan manfaat bagi pengembangan karakter murid, menumbuhkan kepercayaan diri, hingga mampu membuka jalan bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Cegah Kecemasan Anak dengan 5 Tips Menyiapkan Mental Sebelum Sekolah

Rini juga menekankan pentingnya karakter birokrat masa kini bagi para pendidik, agar mereka mampu berpikir inovatif, memimpin secara kolaboratif, serta memahami data dan teknologi.

Sekolah Rakyat itu ternyata bukan sekadar bangunan dengan atap dan meja, tetapi juga menjadi cahaya di mana harapan ditanam, dirawat, dan tumbuh dan pendidikan itu menjadi jembatan untuk memutus rantai kemiskinan dan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.

Kementerian PANRB memiliki dua peran utama dalam mendukung Sekolah Rakyat. Pertama, menyiapkan kelembagaan Sekolah Rakyat sebagai unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial, dengan dua model: sekolah satu jenjang dan sekolah terintegrasi. Kedua, memenuhi kebutuhan tenaga pendidik melalui redistribusi guru PNS dan pengadaan PPPK dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Baca Juga :  Tongkol Bumbu Balado, Resep Simpel dengan Rasa Pedas yang Menggoda

Guru Sekolah Rakyat dituntut untuk menjalankan pembelajaran berkualitas, melakukan penilaian objektif, mengembangkan kompetensi, menjunjung etika profesi, serta mendidik secara inklusif.

“Semua kewajiban ini menjadi fondasi utama keberhasilan Sekolah Rakyat. Para guru dan kepala sekolah yang saat ini mengajar di Sekolah Rakyat adalah orang-orang yang terpilih, yang telah melalui tes yang ketat. Sehingga betul-betul dipersiapkan untuk bisa mengajar para murid di Sekolah Rakyat,” imbuh Rini.

Saat ini, terdapat 100 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 165 titik pada September 2025.

“Kita semua ingin melihat Indonesia menjadi bangsa yang besar. Dan jalan menuju ke sana, dimulai dari ruang-ruang kelas kecil, di mana guru-guru Sekolah Rakyat menyalakan cahaya pengetahuan bagi anak-anak yang kelak memimpin negeri ini,” tutup Menteri Rini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com