
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menekankan pentingnya integritas bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BPK di era digital.
Pesan itu disampaikan saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (29/8).
Isma mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seperti Big Data Analytics dan Artificial Intelligence (AI) yang dimanfaatkan BPK untuk pemeriksaan, juga berpotensi membuka celah pelanggaran etika.
“Integritas dan etika para pemeriksa generasi muda akan semakin diuji di era digital,” ujarnya.
Menurutnya, pelanggaran dapat terjadi secara virtual, mulai dari manipulasi data, kebocoran informasi rahasia, hingga penyalahgunaan wewenang.
Karena itu, CPNS dituntut tidak hanya menguasai keahlian teknis pemeriksaan, tetapi juga menjaga etika digital.
“Kalian adalah generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi. Saya ingin kalian menjadi arsitek solusi inovatif, membangun sistem yang efisien, dan membawa BPK menuju era baru,” katanya.
Ia menegaskan CPNS BPK adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah lolos seleksi ketat.
Mereka disebut sebagai agen perubahan sekaligus penerus nilai luhur BPK, yang meliputi independensi, integritas, dan profesionalisme, serta selaras dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Dari 151 peserta latsar, seluruhnya dinyatakan lulus, sebagian di antaranya meraih predikat sangat memuaskan dengan nilai di atas 90.
“Selamat untuk para peraih penghargaan dan seluruh peserta. Jadikan pencapaian ini sebagai momentum untuk terus berkembang,” ucapnya.***
Editor : Andreas












