Hubungan Seks Langka, Ancaman Baru untuk Kesehatan Emosional dan Fisik Generasi Muda

0
Hubungan
Ilustrasi pasangan sedang berkencan di kafe, berpegangan tangan.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Fenomena penurunan aktivitas seksual di Amerika Serikat semakin menjadi perhatian serius. Studi terbaru dari Institute for Family Studies (IFS) mengungkap bahwa hampir 25% orang dewasa muda di negara tersebut tidak melakukan hubungan seksual sama sekali dalam satu tahun terakhir. Tren ini dikaitkan dengan meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital dan berkurangnya interaksi langsung antarindividu.

Survei Sosial Umum 2024 yang dilakukan oleh NORC di University of Chicago menunjukkan bahwa hanya 37% warga berusia 18–64 tahun melaporkan berhubungan seks setidaknya sekali seminggu. Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun 1990, ketika 55% responden menyatakan hal serupa.

Baca Juga :  Jangan Takut pada Emosi Negatif: 5 Alasan Mengapa Mereka Bisa Positif!

Kelompok usia 18–29 tahun mengalami penurunan paling tajam, dengan 24% responden mengaku tidak berhubungan seks sepanjang tahun dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan data tahun 2010.

Brad Wilcox, Direktur National Marriage Project di University of Virginia dan peneliti senior IFS, menyebut gaya hidup digital sebagai salah satu faktor utama.

“Pernikahan dan kohabitasi menurun, sementara orang semakin kecanduan layar. Banyak orang kini lebih sibuk dengan ponsel daripada pasangan di sebelahnya,” ujarnya kepada Wall Street Journal, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga :  5 Risiko Kalau Punya Anak Saat Belum Siap Finansial

Senada dengan itu, Michelle Drouin, profesor psikologi dari Purdue University, menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada gawai demi menjaga keintiman. “Anda ingin hal pertama yang Anda sentuh saat tidur adalah pasangan Anda, bukan ponsel Anda,” tegasnya.

Para terapis juga menyoroti faktor lain seperti kelelahan, tekanan ekonomi, dan dampak psikologis pascapandemi yang memperburuk situasi. Shadeen Francis, seorang terapis seks di Philadelphia, menyatakan, “Kita mengalami atrofi keterampilan yang dibutuhkan untuk mempertahankan hubungan.”

Baca Juga :  5 Pemicu Retaknya Hubungan Persaudaraan Setelah Orangtua Wafat

Sementara itu, Justin Garcia dari Kinsey Institute di Indiana University menambahkan, “Jika Anda kelelahan dan teralihkan, apakah Anda ingin berhubungan seks malam ini? Jawabannya tidak!”

Penurunan frekuensi hubungan seksual dinilai dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan emosional, seperti penurunan sistem imun, peningkatan stres, dan berkurangnya rasa bahagia.

Para ahli menyarankan generasi muda untuk kembali membangun koneksi nyata, memperkuat kedekatan emosional, dan menyeimbangkan prioritas hidup di tengah dominasi dunia digital.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com