
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Mantan anggota DPR RI Dr. Nurhayati Ali Assegaf kini lebih banyak berkegiatan di bidang pemberdayaan dan pendidikan perempuan di kancah internasional.
Perempuan yang pernah menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI periode 2009-2014 itu aktif sebagai Presiden Nuraa Women’s Institute yang mendorong partisipasi perempuan dalam politik.
Dalam wawancara dengan media, Nurhayati menegaskan tidak memiliki rencana kembali ke dunia politik.
“Passion saya saat ini melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan. Itu kepuasan saya daripada berbicara tentang diri saya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin perempuan untuk meneduhkan dinamika politik.
Ia menilai, posisi perempuan masih seperti piramida, banyak di bawah namun hanya sedikit yang berhasil menembus posisi puncak.
“Perempuan dan laki-laki secara kodrat berbeda, karena itu harus saling melengkapi, bukan saling bersaing,” katanya.
Nurhayati menyebut Nuraa Women’s Institute telah melahirkan banyak pemimpin perempuan dengan sistem mentoring berkelanjutan.
Namun, ia menyayangkan program kepemimpinan yang digelar dalam bahasa Indonesia pesertanya terbatas, sementara program berbahasa Inggris justru menarik minat peserta dari berbagai negara.
Selain berbicara tentang kiprahnya saat ini, Nurhayati juga mengenang sosok Ani Yudhoyono yang menurutnya mampu tetap menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga di tengah kesibukan mendampingi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia juga menilai SBY sebagai pemimpin yang berhati-hati, cerdas, dan menjaga nilai-nilai dalam setiap pengambilan keputusan.
Kepada perempuan yang ingin terjun ke politik, Nurhayati berpesan agar tidak terburu-buru menerima tawaran.
Ia menyarankan agar melihat rekam jejak partai dan mempersiapkan kapasitas diri sebelum melangkah.***
Editor : Andreas












