Pemerintah Luncurkan 17 Program Stimulus Ekonomi, Fokus Penyerapan Tenaga Kerja dan Efisiensi Anggaran

0
program stimulus ekonomi
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto : kemenkeu.go.id

NARASITODAY.COM – Pemerintah resmi mengumumkan 17 program stimulus ekonomi terbaru sebagai bagian dari strategi pemulihan nasional. Dari total program tersebut, delapan akan dijalankan pada tahun ini, empat direncanakan untuk tahun depan, dan lima lainnya difokuskan pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Keuangan menyatakan bahwa delapan program yang akan diimplementasikan pada semester II-2025 membutuhkan anggaran sebesar Rp15,66 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp12,79 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara Rp2,87 triliun berasal dari dana non-APBN, yakni BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Mau Liburan? Kenali 5 Tempat Wisata Terbaru di Kalimantan Selatan !

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa delapan program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari program magang bagi lulusan perguruan tinggi, perluasan insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja sektor pariwisata, bantuan pangan, subsidi iuran JKK dan JKM bagi pengemudi ojek online, kurir, dan pekerja logistik, hingga program padat karya tunai. Selain itu, terdapat program manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan BPJS-TK, percepatan regulasi PP28, dan pengembangan kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Jalan Menuju Perdamaian Masih Panjang: Trump vs. Putin, Akankah Ada Titik Temu?

“Total dari APBN Rp 12,79 triliun berasal dari APBN dan non-APBN Rp 2,87 triliun dari BPJS-TK,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (22/9/2025).

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan penyesuaian anggaran. Ia menegaskan bahwa dana dari pos anggaran yang penyerapannya dinilai lambat akan dialihkan ke program stimulus ini.

“Oh kan kita juga pertama, nggak semuanya bagus kan penyelesaian anggaran sebagai yang digeser. Pokoknya kita geser-geser supaya yang tadi yang kita anggap lambat atau nggak bisa dibelanjain sampai akhir tahun, yang udah sekarang terdeteksi, terdeteksi bisa uang yang bisa dibelanjain,” jelas Purbaya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Permudah Akses Pelayanan, Cetak e-KTP Kini Tersedia di Kecamatan

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor ketenagakerjaan dan pelayanan publik.***

Berikut ini, daftar lengkap 8 paket ekonomi di Semester II-2025:

program 8 paket ekonomi di Semester II-2025. Foto : CNBC

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com