
NARASITODAY.COM, GAZA – Ketegangan meningkat di perairan Gaza setelah Israel dilaporkan menyerang dan mencegat The Global Sumud Flotilla, Rabu malam. Armada yang terdiri dari sekitar 45 kapal dan membawa sejumlah tokoh internasional, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, ditahan oleh militer Israel saat mencoba memasuki wilayah laut Gaza.
Menurut laporan, seluruh penumpang kapal ditangkap oleh otoritas Israel. Insiden ini terjadi di tengah misi kemanusiaan yang diusung oleh kelompok aktivis tersebut.
Misi Kemanusiaan dan Latar Belakang Armada
The Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas yang dibentuk oleh para aktivis untuk menentang perang Israel di Gaza. Tujuan utama mereka adalah mengirimkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok ke wilayah yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.
Mengutip The New York Times, Kamis (2/10/2025), armada ini memulai pelayaran dari Spanyol pada awal September dan bergabung dengan kapal-kapal lain saat melintasi Laut Mediterania. Saat ini, armada terdiri dari 40 kapal yang membawa tokoh-tokoh terkemuka seperti Greta Thunberg, Mandela Mandela (cucu Nelson Mandela), serta beberapa anggota parlemen Italia.
Tujuan dan Isi Bantuan
Para aktivis menyatakan bahwa misi mereka bertujuan untuk mematahkan blokade laut Israel atas Gaza dan membuka jalur kemanusiaan melalui laut. Mereka juga ingin meningkatkan kesadaran global terhadap penderitaan warga Gaza, yang telah berada di bawah blokade sejak Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada 2007.
Sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, pembatasan terhadap barang masuk ke Gaza semakin ketat. Lebih dari 60.000 warga Palestina dilaporkan tewas, dan menurut panel ahli pangan yang didukung PBB meski temuannya ditolak Israel sebagian wilayah Gaza mengalami kelaparan dalam beberapa bulan terakhir.
Armada tersebut membawa berbagai bantuan seperti obat-obatan, susu formula bayi, makanan, popok, dan kaki palsu. “Kami berusaha menyampaikan harapan dan solidaritas,” kata Thunberg pekan lalu. Ia menambahkan, “Mengirimkan pesan yang kuat bahwa dunia mendukung Palestina.”
Respons Israel dan Tuduhan Kontroversial
Pemerintah Israel menyatakan akan melakukan segala cara untuk mencegah kapal-kapal tersebut mencapai Gaza. Mereka menuduh armada memiliki hubungan dengan Hamas, meski tidak disertai bukti.
Israel juga menyebut armada melanggar blokade laut yang sah dan mengancam akan “mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah masuknya armada tersebut ke zona pertempuran.”
Kementerian Luar Negeri Israel meminta agar bantuan disalurkan melalui jalur resmi Israel. Penolakan dari pihak armada disebut sebagai “ketidaktulusan anggota armada.” Namun, The Global Sumud Flotilla menolak tawaran tersebut dan menyebutnya sebagai “sesuatu yang tidak jujur.” Mereka juga menuduh Israel melakukan gangguan komunikasi dan serangan drone selama pelayaran, termasuk di dekat Yunani dan pelabuhan Tunisia.
Dukungan Internasional
Pasca insiden, Italia dan Spanyol mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengawal sebagian perjalanan armada. Turki turut mengerahkan drone guna memantau dan mendokumentasikan potensi serangan terhadap kapal-kapal tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













