NARASITODAY.COM – Logam berat adalah zat beracun yang dapat mengendap dalam tubuh dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius jika terpapar secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Sayangnya, beberapa jenis makanan sehari-hari berisiko tinggi mengandung logam berat karena proses tumbuh atau lingkungan di mana mereka berasal. Berikut 5 jenis makanan yang memiliki potensi tinggi mengandung logam berat berbahaya yang perlu diwaspadai.
1. Kerang-kerangan
Kerang dan kerabatnya seperti tiram dan remis merupakan hewan laut filter feeder yang menyaring air untuk makanannya. Proses ini membuat kerang mudah mengakumulasi logam berat seperti merkuri, kadmium, dan timbal yang terkandung dalam air laut tercemar limbah industri atau rumah tangga. Konsumsi kerang yang mengandung logam berat berisiko merusak hati, ginjal, dan sistem saraf.
2. Kangkung
Sayuran kangkung tumbuh di lahan berair atau sawah yang sering terkontaminasi zat berbahaya dari air dan tanah. Kangkung terbukti mudah menyerap logam berat seperti timbal dan arsenik yang kemudian menumpuk di batang dan daunnya. Konsumsi kangkung dari sumber yang tercemar bisa membawa racun masuk ke tubuh dan merusak organ penting.
3. Genjer
Genjer yang tumbuh di rawa atau area sawah tergenang sangat rentan menyerap logam berat dari sedimentasi air dan tanah. Logam berat yang terserap jenjer bertahan bahkan setelah dimasak dan bila dikonsumsi terus-menerus dapat mengganggu kesehatan dan metabolisme tubuh.
4. Nasi
Nasi terutama yang berasal dari daerah tertentu bisa mengandung arsenik tinggi karena penggunaan air dan tanah yang tercemar. Arsenik merupakan logam berat beracun yang berhubungan dengan risiko kanker dan kerusakan ginjal bila dikonsumsi dalam jumlah banyak secara berkepanjangan.
5. Ikan Laut Besar
Ikan besar seperti tuna dan makarel cenderung mengandung merkuri yang terakumulasi dalam tubuhnya akibat polusi laut. Merkuri adalah racun neurotoksin yang dapat menyebabkan gangguan saraf dan kesehatan serius terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
Menghindari konsumsi berlebihan dari makanan-makanan di atas, memilih dari sumber terpercaya, dan membersihkan bahan makanan dengan benar dapat membantu mengurangi risiko masuknya logam berat ke dalam tubuh. Menjaga pola makan yang sehat dan bervariasi juga penting sebagai langkah pencegahan.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














