Mendes Yandri: Geser Air Mata Kemiskinan Jadi Air Mata Kebahagiaan Desa

0
Mendes Yandri
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Yandri Susanto acungkan jempol saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kompetensi Pegawai di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Yandri Susanto punya pesan yang ngena banget buat seluruh pegawai di Kemendes PDTT.

Ia minta semua pegawai gak cuma kerja formalitas, tapi benar-benar ngerti dan paham program yang mereka jalankan buat masyarakat desa.

“Semua harus tahu arah kebijakan utama Kemendes. Keinginan saya cuma satu, Bapak Ibu bekerja dengan baik, jangan menipu diri. Mari kita geser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan,” tegas Yandri saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kompetensi Pegawai di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga :  Gelombang PHK Meningkat, Indonesia Catat 79.302 Pengangguran Hingga November 2025

Yandri menjelaskan, Kemendes PDTT saat ini fokus pada 12 rencana aksi besar.

Mulai dari menggerakkan BUMDesa biar makin produktif, memperkuat ketahanan pangan, memastikan penggunaan dana desa tepat sasaran, sampai mendorong digitalisasi desa dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Semua program itu, katanya, harus benar-benar dikuasai oleh setiap pegawai.

“Jadi jangan cuma tahu di atas kertas. Kalau turun ke lapangan, kalian harus bisa bantu cari solusi buat warga. Itulah arti kontribusi nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengenal 5 Perbedaan Parenting antara Kota dan Desa serta Dampaknya pada Perkembangan Anak

Menurutnya, lewat bimtek ini, pegawai diharapkan bisa naik level bukan cuma secara kompetensi, tapi juga soal disiplin, integritas, dan semangat kerja.

Ia pengin semua pegawai Kemendes punya mental pelayan publik yang tangguh dan siap membangun desa dari akar rumput.

Hal senada juga disampaikan Kepala BPSDM Kemendes PDTT, Agustomi Masik.

Ia bilang kalau peningkatan kapasitas SDM jadi kunci utama biar semua program desa bisa jalan maksimal.

“Pegawai yang kompeten itu ibarat bahan bakar utama. Kalau kompetensinya tinggi, maka pembangunan desa akan melaju lebih cepat,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Raih Anugerah Sri Baduga 2025, Bukti Komitmen Bangun Desa dan Kelurahan

Dalam kegiatan tersebut, para peserta baik yang hadir langsung maupun secara daring mendapat materi mulai dari penerapan disiplin pegawai, penyusunan SOP, sampai strategi membangun zona integritas di lingkungan kerja.

Lewat pelatihan ini, Yandri berharap birokrasi Kemendes PDTT makin lincah, produktif, dan relevant dengan tantangan zaman.

“Intinya, jangan cuma kerja karena kewajiban, tapi kerja karena niat tulus buat bikin desa makin maju dan bahagia,” tutupnya.***

Wartawan : Andreas