Irigasi Warga Curugbitung, Bertahan dengan Bambu dan Terpal

0
Irigasi terbuat dari terpal
Salah satu lintasan air untuk mengairi pertanian warga di Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Di tengah lahan persawahan yang hijau di Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, aliran air yang menghidupi ratusan hektare sawah justru bergantung pada bambu dan terpal.
Bukan proyek pemerintah, melainkan hasil swadaya warga.

Sekretaris Desa Curugbitung, Yustiawan, menyebut kondisi saluran irigasi di wilayahnya kini berada dalam tahap yang memprihatinkan.

Warga, kata dia, sudah lama tak menunggu bantuan datang.

“Masyarakat di sini memperbaiki saluran irigasi pakai alat seadanya. Ada yang menahan air pakai bambu, ada juga yang pakai terpal. Ini semua inisiatif warga,” ujar Yustiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/10).

Baca Juga :  RSUD Bakti Pajajaran Jadi Pelopor Layanan Digital Angiography di Bogor, Siap Dikembangkan ke Rumah Sakit Lain Secara Bertahap

Salah satu irigasi yang dimaksud adalah Irigasi Cipicung, yang mengalirkan air ke Blok Tawin seluas sekitar 100 hektare.

Di sana, pemandangan warga menambal saluran air menggunakan bahan sederhana sudah jadi hal biasa.

Namun bukan hanya Cipicung yang bermasalah. Saluran Irigasi Cibeber, atau yang lebih dikenal warga dengan sebutan Saniteun, sempat ambruk.

Akibatnya, aliran air menuju Kampung Babakan tersendat dan debit air berkurang drastis.

Baca Juga :  Taufik Rachman Dituding Plagiasi dan Keterangan Palsu, Ini Respons Rektor Universitas Airlangga

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman, tak banyak berkomentar.

“Terima kasih infonya, sudah masuk rekap usulan kita di UPT,” jawabnya singkat lewat pesan WhatsApp di hari yang sama.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Menurut data dari UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga, anggaran perbaikan dan rehabilitasi irigasi di Kabupaten Bogor tahun 2025 hanya sekitar Rp2,2 miliar.

Dana itu harus dibagi untuk berbagai kegiatan rutin di beberapa wilayah.

Artinya, harapan besar bagi petani di Bogor Barat harus bersaing dengan kebutuhan teknis lainnya.

Baca Juga :  Mahkamah Desa Digagas di Sukabumi, Wadah Keadilan yang Membumi

Padahal, sejak bencana besar di awal tahun 2020, banyak saluran irigasi yang rusak dan tertimbun sedimentasi.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin, menyadari persoalan tersebut. Ia berjanji akan mendorong penambahan anggaran untuk bidang Sumber Daya Air (SDA) dalam pembahasan RAPBD 2026.

“Agenda yang akan datang, kami masuk pembahasan RAPBD tahun 2026. Ini jadi catatan penting, kami akan coba dorong,” ujar Nurodin kepada wartawan beberapa waktu lalu.***

 

 

Wartawan : Andreas