NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bicara soal film bertema poligami, nama Fedi Nuril kerap muncul sebagai ikon yang tak tergantikan. Aktor berusia 43 tahun ini disebut-sebut layak menyandang gelar “Duta Poligami” di dunia perfilman Indonesia, berkat perannya dalam sejumlah film yang mengangkat isu tersebut.
Karier Fedi di dunia hiburan dimulai pada awal 2000-an, bukan sebagai aktor, melainkan sebagai model majalah dan bintang iklan. Berada dalam satu manajemen dengan aktor-aktor ternama seperti Vino G Bastian, Yogi Finanda, dan Revaldo, Fedi merasa terpacu untuk ikut terjun ke dunia akting.
“Sampai akhirnya dapat main di film pertama, Mengejar Matahari, sutradaranya Rudi Sujarwo. Mengikuti persiapan, latihan, sampai syuting,” kenangnya. Ia mengaku langsung jatuh cinta pada dunia seni peran. “Di situ sih mulai merasa, wah ini sih bisa untuk jangka panjang ini kariernya. Dan memang aku pada dasarnya memang suka senilah,” ujarnya.
Sejak debutnya di film tersebut, Fedi terus aktif membintangi puluhan judul dari berbagai genre. Ia mengungkapkan bahwa berakting memberinya rasa nyaman yang sulit dijelaskan. “Ya gak bisa dijelasin sih, itu enak banget perasaan itu ketika kita bisa berakting sampai di level itu sih,” katanya.
Fedi juga berbagi pengalaman tentang tantangan terbesar dalam berakting, yaitu adegan menangis. Menurutnya, norma sosial yang menanamkan bahwa laki-laki tidak boleh cengeng menjadi hambatan tersendiri.
“Karena laki-laki di Indonesia cenderung dididik dengan cara laki-laki gak boleh cengeng. Laki-laki gak boleh nangis. Nah, itu setidaknya buat aku ya, aku merasa itu mempengaruhi acting sih,” ujar pemeran Hadi dalam film Pangku (2025).
Ia mengaku sempat kesulitan mengekspresikan emosi sedih secara natural. “Sebenernya ini udah sedih sih, cuma air matanya kok gak keluar ya, gitu agak mentok,” lanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Fedi menjalani proses panjang, termasuk berkonsultasi dengan psikolog dan pelatih akting, serta membuat playlist lagu dan daftar film yang menyentuh emosi.
“Aku mulai dari bikin playlist lagu, bikin list film, nanya-nanya orang film apa sih yang bikin lo nangis banget gitu. Itu bener tuh aku mulai coba dengerin, mulai coba nonton, sampai akhirnya bener gak sadar tiba-tiba netes gitu. Nah ini bisa dibilang gemboknya udah kebuka, tinggal buka pintunya,” tuturnya.
Perjalanan panjang dan dedikasi Fedi Nuril dalam dunia seni peran menjadikannya salah satu aktor paling disegani di Indonesia, dengan karakter-karakter yang kuat dan emosional, termasuk dalam film-film bertema poligami yang melekat erat dengan citranya di layar lebar.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














