NARASITODAY.COM, JAKARTA – Minat investor asing terhadap pengembangan bioetanol di Indonesia semakin meningkat. Setelah Brasil menjadi pelopor sukses dalam pemanfaatan bioetanol, kini perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota, turut menyatakan ketertarikannya untuk membangun fasilitas produksi etanol di Tanah Air.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa ketertarikan Toyota didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk menjamin pasokan bahan baku bioetanol. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan strategi Toyota yang telah lebih dulu mengintegrasikan hidrogen dan bioetanol dalam teknologi kendaraan mereka.
“Bahkan produk Toyota itu sebenarnya sudah ada yang mampu sampai kalau saya gak salah mereka 100% pakai E100, 100% pakai etanol,” ujar Todotua dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, dikutip Jumat (31/10/2025).
Todotua juga menyoroti keberhasilan Brasil sebagai contoh dalam pengelolaan bioetanol, baik dari sisi budidaya komoditas maupun pengoperasian pabrik. “Brasil salah satu yang cukup sukses mengelola mengenai etanol, baik dari strategi penanamannya terhadap komoditi-komoditinya maupun dalam plan, kalau saya gak salah di sana ada kekuatan sampai 2 juta setahun,” tambahnya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan pembangunan pabrik biodiesel di Merauke, Papua Selatan, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa proyek bioetanol di Merauke masih dalam tahap pengembangan dan bertujuan untuk mendukung produksi campuran bahan bakar bensin. “Ini untuk pemenuhan pabrik dan diharapkan bisa selesai tahun 2027. Ini sudah berproses. Investor dari dalam negeri,” kata Yuliot di Jakarta, Selasa (23/9/2025).***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














