Bolehkah Anak Kecil Minum Matcha Latte? Ini Penjelasan Ahli

0
ilustrasi anak kecil (foto:freepik)

NARASITODAY.CO, JAKARTA – Minuman kekinian seperti strawberry matcha latte sedang jadi tren di TikTok. Warnanya cantik, rasanya manis, dan kelihatannya aman—apalagi terbuat dari teh hijau dan buah. Tapi, apakah aman kalau diminum anak kecil?

Sekilas memang terlihat seperti minuman sehat. Namun di balik tampilannya yang segar dan kekinian, matcha latte ternyata mengandung kafein, dan efeknya bagi anak kecil bisa jauh lebih kuat dibanding orang dewasa.

Efek Kafein pada Anak

Matcha dikenal punya banyak manfaat untuk orang dewasa, seperti menurunkan kolesterol jahat, menenangkan pikiran, hingga meningkatkan fokus. Tapi untuk anak-anak, cerita bisa berbeda.

Ahli gizi Anthea Zee dari KK Women’s and Children’s Hospital Singapura menjelaskan, tubuh anak lebih kecil dan otaknya masih berkembang pesat. Karena itu, mereka lebih sensitif terhadap kafein.

“Kafein bisa mengganggu penyerapan mineral dan vitamin penting seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan vitamin B,” ujar Zee. “Dampaknya bisa menghambat pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak.”

Baca Juga :  5 Keajaiban Merendam Kaki dengan Air Es untuk Kesehatan dan Kebugaran

Sementara itu, Rachel Cheang, ahli gizi dari National University Polyclinics Singapura, menambahkan bahwa kafein bisa mengganggu pola tidur dan kestabilan emosi anak.

“Anak-anak yang mengonsumsi minuman berkafein cenderung tidur lebih sedikit, dan hal itu bisa memengaruhi perkembangan mental dan fisik mereka,” jelasnya.

Konsumsi berlebihan bahkan bisa memicu hiperaktivitas, kecemasan, dan perubahan suasana hati. Jika berhenti tiba-tiba, anak bisa mengalami gejala seperti rewel, sakit kepala, hingga mudah lelah.

Berapa Banyak Kafein di Matcha Latte?

Tahukah kamu, satu gelas strawberry matcha latte bisa mengandung sekitar 120 mg kafein tergantung ukuran dan mereknya?

Sebagai perbandingan, satu sendok teh bubuk matcha biasa saja sudah mengandung sekitar 70 mg kafein, jauh lebih tinggi dibanding teh hijau seduh yang hanya sekitar 30 mg per cangkir.

Baca Juga :  4 Jenis Kandungan Pengawet yang Berbahaya bagi Kesehatan, Waspadai Dampaknya!

Kenapa bisa begitu? Karena matcha adalah daun teh hijau yang digiling halus, bukan diseduh. Jadi, saat kamu meminumnya, kamu benar-benar mengonsumsi seluruh daun teh, bukan hanya air seduhannya.

Selain itu, minuman kekinian seperti strawberry matcha latte juga tinggi gula dan kalori. Misalnya, satu gelas ukuran grande dari kafe ternama bisa mencapai 340 kalori dan 44 gram gula.

“Kalori dari matcha latte biasanya berasal dari bahan tambahan seperti sirup, krimer, atau selai buah manis,” jelas Cheang.

Berapa Batas Aman untuk Anak?

Menurut American Academy of Pediatrics, remaja usia 12–18 tahun disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 100 mg kafein per hari. Artinya, satu gelas matcha latte saja sudah melebihi batas aman.

Baca Juga :  BPD, Gangguan Mental yang Bisa Pengaruhi Hubungan: Kenali Ciri-Cirinya

Untuk anak di bawah 12 tahun, para ahli sepakat bahwa tidak ada batas aman—artinya sebaiknya dihindari sama sekali.

“Sesekali mungkin tidak berbahaya, tapi kalau sering, bisa menyebabkan gangguan tidur dan konsentrasi,” kata Zee.

Alternatif Sehat untuk Anak

Kalau kamu ingin tetap nongkrong bareng keponakan di kafe, ada banyak pilihan minuman yang lebih aman dan tetap menarik:

  • Jus buah segar tanpa tambahan gula
  • Infused water dengan potongan lemon atau stroberi
  • Smoothie buah alami
  • Air kelapa muda segar

Kesimpulannya:
Meskipun terlihat manis dan lucu, matcha latte bukan minuman yang cocok untuk anak-anak. Kandungan kafein dan gula yang tinggi bisa berdampak pada tidur, tumbuh kembang, hingga emosi mereka.

Sesekali boleh mencicip sedikit, tapi jangan dijadikan kebiasaan, ya. Anak-anak tetap butuh minuman yang menyegarkan tanpa harus bikin jantung berdebar. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : cna