NARASITODAY.COM, BANGKOK – Pemerintah Thailand tengah mempersiapkan peluncuran tahap kedua dari program subsidi konsumen co-payment yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026, demikian disampaikan juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat pada Senin (20/10/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomian nasional yang tengah mengalami perlambatan. “Langkah ini dilakukan seiring upaya pemerintah untuk mendorong perekonomian yang sedang lesu,” ujar Siripong, seperti dikutip oleh Reuters pada hari yang sama.
Meski rincian anggaran untuk tahap berikutnya belum ditentukan, Siripong memastikan bahwa pendanaan akan bersumber dari anggaran fiskal tahun 2026. Pada tahap pertama, program ini mengalokasikan dana sebesar 44 miliar baht (setara US$ 1,34 miliar) dan berhasil menjangkau sekitar 20 juta warga, dengan pendaftaran penuh tercatat pada hari pertama peluncuran.
Program subsidi tersebut merupakan bagian dari kebijakan ekonomi yang ditargetkan untuk mendorong pertumbuhan di atas 2,2% pada tahun ini. Selain itu, kabinet dijadwalkan membahas insentif tambahan pada Selasa, termasuk pemotongan pajak guna mendongkrak sektor pariwisata domestik.
Pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menghadapi tenggat waktu yang sempit untuk merealisasikan kebijakan-kebijakan tersebut, mengingat rencana pembubaran parlemen pada akhir Januari dan pelaksanaan pemilu yang diperkirakan berlangsung pada Maret atau awal April.
(Kurs: US$1 = 32,75 baht).***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













