NARASITODAY.COM – Paspor merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kemudahan warga suatu negara untuk melakukan perjalanan internasional. Semakin kuat paspornya, semakin banyak negara yang bisa dikunjungi tanpa harus mengajukan visa terlebih dahulu. Indonesia sendiri memiliki paspor yang masuk kategori menengah dalam hal kekuatan akses ke berbagai negara. Namun, masih ada beberapa negara dengan paspor yang kekuatannya jauh lebih lemah dibandingkan Indonesia.
Berdasarkan Henley Passport Index 2025, berikut adalah 5 negara dengan paspor paling lemah di dunia yang akses bebas visanya lebih terbatas dari paspor Indonesia:
1. Afghanistan

Menjadi negara dengan paspor paling lemah di dunia, paspor Afghanistan hanya memberikan kemudahan akses bebas visa atau visa on arrival ke sekitar 25 negara. Konflik berkepanjangan dan ketidakstabilan politik menjadi faktor utama yang membuat paspor ini memiliki mobilitas internasional paling terbatas.​
2. Suriah

Paspor Suriah pada peringkat kedua dengan akses bebas visa ke sekitar 27-29 negara. Lama terjadinya perang sipil dan sanksi internasional memperburuk situasi paspor negara ini, sehingga warga Suriah sangat kesulitan melakukan perjalanan internasional tanpa proses visa yang rumit.​
3. Irak

Dengan kondisi politik dan keamanan yang tidak stabil, paspor Irak hanya memungkinkan pemegangnya masuk ke sekitar 30 negara tanpa visa. Keamanan dan hubungan diplomatik yang fluctuative menyebabkan batasan ketat bagi warga Irak untuk berpergian keluar negeri.​
4. Yaman

Krisis kemanusiaan dan perang sipil berkepanjangan menjadikan paspor Yaman sangat lemah, hanya memberikan akses bebas visa ke sekitar 32 negara. Infrastruktur yang rusak dan keterbatasan penerbangan juga memperparah mobilitas warganya.​
5. Pakistan

Paspor Pakistan tergolong lemah dengan hanya sekitar 33-35 negara yang bisa diakses tanpa visa. Permasalahan terkait isu keamanan dan citra negatif terorisme menjadi faktor penghambat utama bagi warga Pakistan untuk bebas bepergian.​
Paspor Indonesia sendiri berada pada peringkat menengah, dengan akses bebas visa ke lebih banyak negara dibandingkan kelima negara di atas. Indonesia terus berupaya memperluas kerja sama dan diplomasi untuk meningkatkan kekuatan paspor nasional, memberikan lebih banyak kesempatan bagi warganya untuk bebas menjelajah dunia.
Kesimpulan
Paspor bukan hanya sekadar dokumen perjalanan, tapi juga cerminan stabilitas politik, hubungan diplomatik, dan keamanan negara. Kelima negara dengan paspor paling lemah ini menghadapi berbagai tantangan serius yang menghalangi mobilitas internasional warganya. Sedangkan Indonesia berada pada posisi yang lebih baik meskipun tetap perlu perbaikan dan penguatan di masa mendatang.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














